Solusi PMKS, Lawannya Hanya Soal Kebiasaan

Salah satu aspek yang disoroti selama dua tahun kepemimpinan Ridwan Kamil Oded M. Danial adalah kesejahteraan sosial. Salah satu yang dikeluhkan adalah keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sering tidak enak dipandang mata. Terka

Solusi PMKS, Lawannya Hanya Soal Kebiasaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Salah satu aspek yang disoroti selama dua tahun kepemimpinan Ridwan Kamil-Oded M. Danial adalah kesejahteraan sosial. Salah satu yang dikeluhkan adalah keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sering tidak enak dipandang mata. Terkait persoalan Rumah Singgah untuk PMKS, Pengamat Sosial sekaligus Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Dr. Santoso Triharjo mengatakan, "Yang dilawan adalah persoalan kebiasaan para pengemis itu," seperti dikutip PRFM. [caption id="attachment_164713" align="aligncenter" width="735"] Ilustrasi (web)[/caption] Sebelumnya, pemerintah Kota Bandung akan menggandeng kerjasama dengan pemerintah Korea Selatan dalam program penyejahteraan PMKS dalam bentuk enterpreunership yang bersifat ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah Korea Selatan akan menyediakan sebuah rumah singgah yang berlokasi di Batununggal yang akan diresmikan Desember 2015 mendatang. Santoso mengatakan Rumah Singgah ini bukanlah hal baru. Kerjasama dengan Korea Selatan hanya pada infrastruktur dan penyediaan perlengkapan yang sifatnya mendukung. Sedangkan yang melakukannya adalah masyarakat Kota Bandung sendiri yang paham dengan keadaan. "Gagasan rumah singgah seharusnya berbicara kontinuitas. Sedikit demi sedikit pola pikirnya diubah, diberikan keterampilan, kemudan disalurkan. Pastikan itu (kebiasaan mengemis) tidak kembali lagi," ujar Santoso. Rumah singgah tidak bisa dijadikan tempat untuk menyelesaikan masalah. Menurut Santoso, rumah singgah adalah sebuah proses penyadaran bahwa mengemis itu tidak baik. Sehingga diberilah pelatihan-pelatihan untuk mengganti kegiatan mengemis. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA