Sembilan Kepala Sekolah Diberhentikan Akibat Pungli dan Gratifikasi

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan sembilan kepala sekolah tingkat SD dan SMP, karena telah terbukti diduga melakukan praktek pungli dan gratifikasi dalam masa kerja 2016. Sembilan kepala sekolah itu, di antaranya SDN Sabang, SDN Banjarsari,

Sembilan Kepala Sekolah Diberhentikan Akibat Pungli dan Gratifikasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan sembilan kepala sekolah tingkat SD dan SMP, karena telah terbukti diduga melakukan praktek pungli dan gratifikasi dalam masa kerja 2016. Sembilan kepala sekolah itu, di antaranya SDN Sabang, SDN Banjarsari, SDN Cijagra 1 dan 2, SMPN 2, SMPN 5, SMPN 13, SMPN 6, SMPN 7 dan SMPN 44 Kota Bandung. Wali Kota yang akrab disapa Emil itu mengungkapkan, pemberhentian itu dilakukan setelah proses penyelidikan Inspektorat yang diberlakukan dalam kurun waktu tiga bulan dari Agustus 2016. "Selama tiga bulan kemarin kita melakukan penyelidikan bersama inspektorat dan mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya mall administrasi dan juga aliran pungli," ungkap Emil di Pendopo Kota Bandung Jawa Barat, Kamis (20/10/2016). Emil mengungkapkan, sembilan kepala sekolah itu diduga terjaring dalam tiga pelanggaran, yaitu menerima uang dari penjualan seragam buku dari anak sekolah. "Menerima gratifikasi mutasi siswa baru dan penerimaan uang dari penyalahgunaan wewenang aset dan tidak dilaporkan," ujarnya. Menurutnya, terdapat 19 kepala sekolah yang melakukan pelanggaran. Namun, hanya sembilan kepala sekolah yang terbukti melakukan pungli dan gratifikasi. Mereka diberhentikan per 20 Oktober 2016. "Dan ini baru ronde pertama dan akan dilakukan di sekolah lainnya. Dan yang melakukan pelanggaran keras yakni ada 9 kepala sekolah dan diberhentikan," tuturnya. Emil mengatakan, aksi pungutan liar dan gratifikasi sudah tercium saat pelaksanaan PPDB 2016, Salah satunya penyalahgunaan kewenangan dengan cara mutasi siswa dan menarik biaya secara ilegal. "Dugaan gratifikasi dari penerimaan mutasi siswa baru yang intinya diduitkan. Dan jika mereka mau jadi kepala sekolah lagi tentu harus mengikuti sekolah untuk jadi kepala sekolah," jelasnya. (Adi/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA