Sekitar 645 Warga di Jawa Barat Tertipu Oknum PNS

Sekitar 645 warga dari berbagai daerah di Jawa Barat tertipu oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang mengaku bisa meloloskan menjadi PNS. Nilai kerugian pun diprediksi mencapai milyaran rupiah. Para korban yang rata rata berusia muda ini telah menyet

Sekitar 645 Warga di Jawa Barat Tertipu Oknum PNS

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sekitar 645 warga dari berbagai daerah di Jawa Barat tertipu oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang mengaku bisa meloloskan menjadi PNS. Nilai kerugian pun diprediksi mencapai milyaran rupiah. Para korban yang rata-rata berusia muda ini telah menyetor uang mulai dari Rp30 hingga 200 juta. Uang tersebut mereka cicil, bahkan sudah ada yang sejak 2013 silam. Namun, ada juga korban yang sudah menyetorkan uangnya secara penuh sesuai permintaan pelaku. Modus penipuan ini terbongkar saat sekitar 400-an korban mendatangi Gedung Sate, di Bandung, Kamis (12/1/2017). Dengan menggunakan seragam beserta atribut PNS, kehadiran mereka di kantor Gubernur Jawa Barat ini sesuai permintaan pelaku yang diduga tidak sendirian. Setibanya di Gedung Sate, korban didampingi sejumlah koordinator yang tak lain merupakan kawanan pelaku. Korban dijanjikan akan mengikuti pembekalan di tempat tersebut. Namun, setelah hampir dua jam berkumpul di area Gedung Sate, mereka tak kunjung juga masuk ruangan untuk mengikuti pembekalan. Kondisi ini mengundang kecurigaan sejumlah pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Jabar. Sejumlah PNS dan petugas keamanan pun menghampiri kerumunan korban untuk mencari informasi. "Setelah ditelusuri, akhirnya kami menduga ada penipuan. Dari sejumlah orang yang diduga koordinator, kami berhasil mengamankan dua orang," kata Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jabar Embun Pragnyamarta. Setelah menjalani pemeriksaan, dua orang pelaku yang salah satunya merupakan PNS di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat inipun dibawa ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Embun menyebut, korban diiming-imingi menjadi PNS di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Jabar. Selain telah diberi seragam lengkap dengan atributnya, kata dia, pelaku pun memberikan SK PNS palsu. "Dilihat dari naskah SK-nya, kami memastikan itu palsu," kata dia. Pada SK itupun terdapat tandatangan Gubernur dan Sekretaris Daerah Jabar yang turut dipalsukan. Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta warga untuk selalu berhati-hati. Dia pun memastikan, saat tidak ada penerimaan PNS baru seiring masih diberlakukan moratorium sejak beberapa tahun lalu. "Jadi sekarang tidak ada penerimaan PNS," tegasnya. Salah seorang korban yang tidak mau dibuka identitasnya, mengatakan, penipuan ini mereka alami sejak beberapa tahun silam. Banyak korban yang sudah menjadi honorer di sejumlah instansi pemerintah, meski ada lainnya yang belum pernah menghonor. Menurutnya, sudah sejak lama mereka mengikuti arahan pelaku, mulai dari menyetor uang hingga hadir ke suatu tempat untuk mengikuti pembekalan. Selain itu, mereka pun sudah mendapat sejumlah dokumen palsu seperti SK. Sayangnya, mereka tidak langsung menaruh curiga terhadap apa yang dialaminya, meski tidak ada tindak lanjut seperti penerimaan gaji maupun hal lainya. Hanya saja, pada 2016 kemarin pihaknya berkali-kali diundang pelaku untuk mengikuti pelatihan hingga menjalani tes narkoba. Korban lainya, Deden, guru honorer asal Pasirjambu, Kabupaten Bandung, baru menyadari jika dia dan rekan-rekannya tertipu. Mereka pasrah karena telah menempuh jalur yang salah. Namun mereka meminta difasilitasi agar uang mereka bisa kembali. "Mohon dibantu. Tidak jadi PNS, minimal uang kembali," ujarnya.   (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA