Sanksi SNMPTN Bisa Membunuh Karakter Siswa Berpotensi

Ketua Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Bandung, Ahmad Nugraha mengingatkan kepada panitia SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) untuk tidak gegabah memberikan sanski bagi siswa dan sekolah yang melakukan kecurangan.

Sanksi SNMPTN Bisa Membunuh Karakter Siswa Berpotensi

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Komisi D DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Bandung, Ahmad Nugraha mengingatkan kepada panitia SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) untuk tidak gegabah memberikan sanski bagi siswa dan sekolah yang melakukan kecurangan. [caption id="attachment_27123" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi SNMPTN(Foto: web)[/caption]   "Sanksi itu terlalu gegabah, karena dapat berimbas pada pembunuhan karakter, siswa yang berpotensi dan punya kualitas tidak semestinya terpangkas oleh sanksi tersebut," ujarnya saat dihubungi FOKUSJabar.com, Jumat (15/2). Menurutnya, sanksi yang diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kecurangan tidak pas dan perlu dilakukan penelaahan lebih lanjut, karena terkesan salah sasaran. "Panitia SNMPTN khususnya yang melarang siswa ikut SNMPTN Jalur Undangan harus melakukan koreksi atas pelarangan ini sebab sudah menciderai rasa keadilan. Jika benar sekolah tersebut melakukan kesalahan berdasarkan data dan fakta, silahkan pelakunya yang diberikan sanksi, bukan pelajar yang tidak melakukan kesalahan," bebernya. Hal ini harus jadi perhatian semua pihak, baik Kementerian juga Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak RI. Kondisi saat ini dinilainya sangat miris, pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan justru kalangan institusi pendidikan menunjukkan sikap mengabaikan hak dari pelajar. "Kita tidak akan tinggal diam dengan kondisi ini. Sebab, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, terdapat 31 hak anak dan salah satunya hak akan pendidikan," tegasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA