Saat Aparat Polisi Terampil Gunakan Gergaji Mesin

Raungan suara dari gergaji mesin kecil ditambah sorak sorai ramai di halaman Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Nomor 1, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (19 11 2015) siang. Ya, itulah perlombaan memotong kayu dengan menggunakan gergaji mesin senso yan

Saat Aparat Polisi Terampil Gunakan Gergaji Mesin

SOREANG, FOKUSJabar.com : Raungan suara dari gergaji mesin kecil ditambah sorak sorai ramai di halaman Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Nomor 1, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (19/11/2015) siang. Ya, itulah perlombaan memotong kayu dengan menggunakan gergaji mesin senso yang sengaja digelar Polres Bandung. Dua orang petugas patroli kepolisian perwakilan dari setiap polsek di wilayah hukum Polres Bandung, saling beradu keterampilan menggunakan gergaji mesin senso untuk memotong batang pohon yang sudah disiapkan. Para anggota polisi ini beradu kecepatan, keterampilan, dan ketelitian dalam menggunakan gergaji mesin senso untuk memotong kayu. Setiap pemenang dari masing-masing wilayah, akhirnya kembali diuji dalam sebuah babak grand final. [caption id="attachment_191571" align="aligncenter" width="735"] polisi terampil memakai gergaji mesin (Foto : ageng)[/caption] Melalui arahan dari Kabag Ops Polres Bandung Kompol Edwin Afandi, babak grand final perlombaan memotong kayu ini diikuti oleh Polsek Majalaya, Katapang, Ciparay, Solokan Jeruk dan Polres Bandung. Peraturan lain pun diterapkan di babak grand final ini. Setiap kontestan babak grand final akan mendapat tambahan tugas. Selain menyatukan setiap bagian dari gergaji mesin senso, kemudian menyalakan dan memotong bagian kayu yang sudah ditandai, mereka pun diwajibkan membagi dua sisa kayu dengan ukuran yang sama. "Potongan kayu pertama harus berukuran sekitar 15 centimeter, dan potongan kedua dari kayu itu harus sama ukurannya. Artinya dibagi dua dengan panjang yang sama. Yang gagal, didiskualifikasi dan dipastikan gagal jadi pemenang," ujar Edwin. Dari hasil grand final tersebut, Polsek Majalaya menjadi pemenang dalam lomba tersebut setelah mencatatkan waktu tercepat dengan potongan kayu yang sempurna. Sementara di posisi kedua diraih Polsek Ciparay, disusul Polres Bandung, Polsek Katapang, dan Polsek Solokan Jeruk. Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan menuturkan, perlombaan tersebut tidak hanya digelar sebagai ajang hiburan atau senang-senang anggota. Namun perlombaan tersebut ditujukan untuk melatih respon, kecepatan, ketanggapan para anggota kepolisian Polres Bandung di setiap Polsek dalam menghadapi bencana yang kecil seperti pohon tumbang di musim penghujan. "Jadi alat potong gergaji mesin senso ini selalu ada di mobil patroli quick response. Dengan perlombaan ini, kita harapkan para anggota kepolisian Polres Bandung terlatih melakukan evakuasi saat ada pohon tumbang di jalan sehingga kemacetan yang terjadi tidak terlalu lama," ujar Erwin di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Nomor 1, SOreang, Kamis (19/11/2015). Alat potong berupa gergaji mesin ini, dimiliki oleh setiap polsek di wilayah hukum Polres Bandung. Dengan demikian, jika ada kejadian pohon tumbang di wilayah masing-masing, bisa secepatnya dilakukan evakuasi tanpa harus menunggu petugas dari dinas terkait untuk melakukan evakuasi. "Total alat potong gergaji mesin senso ini ada 25 buah yang tersebar di setiap polsek, dan sekitar empat alat ada di Polres Bandung. Ini jadi keahlian tambahan tersendiri bagi para petugas patroli kepolisian di Kabupaten Bandung," pungkasnya. (Ageng/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA