RSJ Jabar Kesulitan Penampungan Pasien Eks Psikotik

Meski tidak semua, gelandangan yang berkeliaran di jalanan diduga mengalami gangguan jiwa (Psikotik). Demikian diungkapkan Bidang Pelayanan Medik RSJ Jawa Barat, Dr. Leni Irawati, di Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (15 9 2015).

RSJ Jabar Kesulitan Penampungan Pasien Eks Psikotik

LEMBANG, FOKUSJabar.com: Meski tidak semua, gelandangan yang berkeliaran di jalanan diduga mengalami gangguan jiwa (Psikotik). Demikian diungkapkan Bidang Pelayanan Medik RSJ Jawa Barat, Dr. Leni Irawati, di Jalan Kolonel Masturi, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (15/9/2015). "Yang menangani gangguan psikotik ini biasanya dinas kesehatan, selanjutnya dirujuk ke RSJ. Jadi kita nggak bisa menanganinya sendiri," kata Leni. Namun, pihaknya mengaku kebingungan saat pasien sembuh. Terlebih mereka sangat kesulitan menghubungi dinas sosial (pengirim gelandangan). Kalaupun harus ditampung di RSJ, pihaknya tidak memiliki rumah atau panti untuk pasien seperti ini. "Jadi setelah mereka sembuh, kami yang bingung. Dinsos di kabupaten/kota pun hingga saat ini tidak punya tempat penampungan bagi eks pasien psikotik," jelasnya. Menurut dia, di setiap daerah harus ada tempat penampungan. Sebab, jika pasien sembuh dibiarkan di RSJ, maka akan menghambat pasien berikutnya. Berbeda kalau pasiennya bisa menyebutkan di mana rumah mereka, tinggal diantar. Untuk diketahui, perawatan bagi pasien gelandangan psikotik 100 persen gratis, biayanya ditanggung pemerintah. Artinya, tinggal Dinsos yang proaktif agar para gelandangan psikotik bisa diobati di RSJ. "Kita hanya kesulian tempat setelah pasien sembuh. Kami berharap setiap pemerintah daerah minimal punya satu tempat penampungan pasien eks psikotik," pungkasnya. (Agni/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA