Rifai Darus: Tidak Ada Perpecahan di Tubuh KNPI

Dualisme di tubuh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) KNPI (Komisi Nasional Pemuda Indonesia) berdampak ke DPD (Dewan Pimpinan Daerah) KNPI Jawa Barat. KNPI Jawa Barat versi Rifai Darus menyatakan tidak ada perpecahan di tubuh KNPI. KNPI Jawa Barat yang dipimpin

Rifai Darus:  Tidak Ada Perpecahan di Tubuh KNPI

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dualisme di tubuh DPP (Dewan Pimpinan Pusat) KNPI (Komisi Nasional Pemuda Indonesia) berdampak ke DPD (Dewan Pimpinan Daerah) KNPI Jawa Barat. KNPI Jawa Barat versi Rifai Darus menyatakan tidak ada perpecahan di tubuh KNPI. KNPI Jawa Barat yang dipimpin Saca Suhendi di bawah DPP KNPI yang diketuai Muhamad Rifai Darus menegaskan, adanya KNPI yang Jumat (18/11) ini kepengurasannya dilantik di Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tidak sah secara konsitusional. Saca mengatakan, KNPI yang sah adalah KNPI hasil kongres di Papau bukan kepemimpinan yang terlahir dari KLB (Kongres Luar Biasa). dengan demikian, KNPI Jawa Barat itu ada satu tidak ada dua, yaitu yang berada di bawah kepemimpinan dirinya. "Pelantikan yang berlangsung di Cikole sekarang itu juga tidak memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam anggaran dasar rumah tangga KNPI," kata Saca di Sekretariat KNPI Jawa Barat, Jumat (18/11) kepada wartawan. Meurut Saca, dari informasi yang dihimpun oleh pihaknya, tidak ada satu pun DPD tingkat II (kabupaten/kota) yang mendukung pelantikan KNPI versi KLB, bahkan dari 106 OKP (Organisasi Kepemudaan) yang berada di bawah DPD KNPI Jabar yang ada dibawah dirinya, hanya ada 11 OKM yang ikut dalam pelantikan tersebut. "DPD tingkat II Kabupaten Bandung Barat memang ikut dalam pelantikan di Cikole, akan tetapi ketuanya meminta izin dulu karena sebgai tuan rumah, kemudian 11 OKM yang ikut dalam pelantikan yang hadir itu bukan ketuanya," katanya. Saca menjelaskan, selain DPD tinggkat II yang tidak ada mendukung, dirinya juga menjamin dari 106 OKP tidak ada satu pun yang mendukung pelantikan KNPI versi KLB tersebut di Cikole. Sementara yang menghadiri atau mendukung itu merupakan oknum. "Kami sudah melakukan konsolidasi kepada seluruh DPD tingkat II dan OKM agar tidak ikut mendukung pelantikan KNPI Jabar versi KLB, jika ada pengurus yang ikut dalam pelantikan itu kami katakan itu oknum, kami juga akan segera meproses secara keorganisaisan," ucap Saca. Menurut Saca, langkah yang akan dilakukannya saat ini menghadapi adanya KNPI tandingan tersebut, pihaknya akan membawa ke jalur hukum karena sudah membawa nama organisasi yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, kemudian melalukan langkah konstitusional karena ini merupakan pelanggaran konstitusi. "Jika tidak membawa KNPI dengan logo dan bendara yang sama silahkan saja, misalnya membawa nama organisasi lain, jika ini sudah membawa nama KNPI, maka kami akan segera mengambil langkah," katanya. Saca mengaku, jika program kerja DPD Jawa Barat yang berada di bawah kepeminannya jelas, sejumlah program sudah dilaksanakan, diantranya membentuk wirausawan muda serta membentuk kempemimpinan muda, kemudian program kerja yang akan segera dilaksakan adalah menghadapi Hari Sumpah Pemuda mendatang, KNPI Jawa Barat akan menggelar sepak bola persahabatan antar DPD tingkat II se-Jawa Barat. "Agenda yang sudah direncanakan ini tiada lain untuk membuktikan keutuhan KNPI Jawa Barat, kemudian juga dalam rangka konsolidasi terhadap DPD tingkat II," ujar dia. Sementara itu Sekretaris DPD KNPI Jawa Barat, Iwan Darmawan menambahakan, dengan adanya dualisme ini diharapakan tidak ada perpecahan di kepemudaan, pihaknya juga berharap organiasai kepemudaan tidak terlalu menanggapi masalah ini karena akan diselesaikan secara keorganiasaian. "Sudah jangan hiraukan kubu sebelah, kita terus dengan program dan koridor kita sesuai yang ada dalam ADRT KNPI," katanya. Menurut Iwa, sebagai pemuda harus senantiasa menjadi keutuhan bangsa, karena yang menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia saat ini adalah kesatuan dan keutuhan bangsa. "Kita harus tetap menjungjung tinggi kuputusan dan kesatuan bangsa, terlebih lagi sebagai pemuda harus menjadi garda terdepan untuk keutuhan NKRI," tuturnya. (AS/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA