Rebut Pelayanan Navigasi dari Asing, Indonesia Rogoh Dana Rp18 trilyun

Rencana pengambil alihan pelayanan navigasi transportasi udara Indonesia yang dikelola Singapura dan Malaysia pada 2015 membutuhkan anggaran mencapai Rp18 trilyun. Direktur Keuangan AirNav Indonesia Rita Widayati menjelaskan, alokasi anggaran yang siap

Rebut Pelayanan Navigasi dari Asing, Indonesia Rogoh Dana Rp18 trilyun

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Rencana pengambil alihan pelayanan navigasi transportasi udara Indonesia yang dikelola Singapura dan Malaysia pada 2015 membutuhkan anggaran mencapai Rp18 trilyun. Direktur Keuangan AirNav Indonesia Rita Widayati menjelaskan, alokasi anggaran yang siap dikucurkan itu tidak hanya untuk pengambil alihan, melainkan disediakan untuk pengembangan teknologi navigasi. "Investasi yang kita lakukan itu tidak hanya diperuntukan sektor ABC. Di tahun 2015 dan lima tahun ke depan kita canangkan program investasi. Yang diutamakan itu modernisasi,"  ungkap Rita di Bandung, Rabu (16/9/2015). Karena itu, jajaran pemerintah terkait, seperti Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI, TNI AU, Bapenas, dengan prioritas sektor A,B,C turut mendukung dengan membantu dari payung hukum maupun ketersediaan alat. "Kita maping seluruh alat, baik dari perhubungan (Kemenhub), Angkasa Pura 1 dan 2 yang kemudian dimasukan dalam roadmap lalu pengembangan dari sisi teknologinya," katanya. Sebelumnya, sektor ABC dikelola Singapura sejak 1973. Area termasuk sektor A yaitu bagian utara Singapura, sedangkan sektor C mencakup bagian utara sektor B yang tersambung ke Laut Cina Selatan. Pengelolaan tata ruang udara sektor C dengan ketinggian di atas 24.500 kaki menjadi tanggung jawab Singapura, sedangkan pada ketinggian di bawah 24.500 kaki pengelolaan beralih kepada Malaysia. "Kalau investasi ini tercapai, tentunya akan meningkatkan pelayanan (Navigasi). Total investasinya sebesar Rp1,8 trilyun terdiri dari 300 program baik dari sisi replacement maupun pengembangan," tukasnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA