Proses Penyidikan Kasus Korupsi Tatang Suratis Molor

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tunggu pelimpahan berkas pemeriksaan anggota DPRD Kota Bandung tersangka Tatang Suratis atas kasus korupsi dana hibah tahun anggaran 2012 dari Polda Jabar. Tatang Suratis ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jawa Barat sej

Proses Penyidikan Kasus Korupsi Tatang Suratis Molor

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tunggu pelimpahan berkas pemeriksaan anggota DPRD Kota Bandung tersangka Tatang Suratis atas kasus korupsi dana hibah tahun anggaran 2012 dari Polda Jabar. Tatang Suratis ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jawa Barat sejak Februari 2014, namun hingga saat ini, pelimpahan berkas terkait penahanan dan diproses ke persidangan belum terekpose. "Prinsipnya kita masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka kasus itu," singkat Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar Suparman di Bandung, Sabtu (19/9/2015). Suparman menjelaskan, sebelumnya Kejati Jabar telah menerima berkas pelimpahan atas nama Tatang Suratis, namun saat diverifikasi ternyata belum lengkap, karena itu, berkas pemeriksaan dikembalikan lagi ke penyidik Polda Jabar agar segera melengkapi. "Mudah - mudahan bisa segera dilimpahkan lagi dan yang kurang sudah dilengkapi agar proses hukumnya bisa cepat tuntas," tegas Suparman. Sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung tahun anggaran 2012 itu menyeret nama Tatang Suratis yang saat itu sebagai anggota DPRD Kota Bandung periode 2014 - 2019 Akibat perbuatan tersangka Negara dirugikan mencapai Rp500 juta. Pada saat kasus itu terjadi, Tatang yang merupakan politisi Partai Golkar itu merupakan mantan pengurus Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri Warga (KSU BMW) yang mendapat aliran dana hibah. Selain Tatang, penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Jabar juga menetapkan dua tersangka lainnya yaitu SP sebagai bendahara KSU BMW dan AM yang ketika itu menjabat sebagai Ketua KSU BMW. Ketiga pengurus koperasi yang beralamat di Jalan Bebedah No 702 Kelurahan Babakan Penghulu Kecamatan Cinambo itu ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan proses penyelidikan yang intensif. Modus para tersangka ini yaitu mengajukan bantuan dana hibah dengan proposal yang isinya tidak sesuai kenyataan alias fiktif.  Setelah menerima dana hibah, penggunaannya pun tidak sesuai dengan ketentuan. Ketiga tersangka dituding melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU No 20 tahun 2001 sebagai perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 dan 5y KUHP. (Adi/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA