PKL Geram Didatangi Satpol PP Cimahi

Kedatangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi yang melakukan penertiban PKL di kawasan industri Jalan Gempol, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin (14 11 2016), membuat sejumlah PKL geram. Pasalnya penertiban yang dilakukan i

PKL Geram Didatangi Satpol PP Cimahi

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Kedatangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi yang melakukan penertiban PKL di kawasan industri Jalan Gempol, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Senin (14/11/2016), membuat sejumlah PKL geram. Pasalnya penertiban yang dilakukan itu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Bahkan, para pedagang menilai penertiban yang dilakukan Satpol PP yang merupakan kebijakan Pemerintah Kota Cimahi tidak adil terhadap masyarakat menengah ke bawah. "Jadi, cita-cita untuk memberantas kemiskinan itu tidak salah, karena orang-orang miskin seperti kami diberantas," katanya dengan nada meninggi. Mereka kecewa karena di tempat itu para pedagang sudah berjualan lebih dari 10 tahun. Dan mereka mengantungkan hidupnya dari berjualan. Pedagang lainnya, Dayat (60) tahun mengakui, jika tempat berdagangnya yang berada di atas trotoar melanggar peraturan. Namun, hal itu terpaksa dilakukan karena dari pemerintah sendiri tidak pernah memberikan solusi dalam menyediakan lokasi untuk berjualan. "Kalau sudah begini mau gimana lagi, kami tidak punya pilihan lagi untuk membangun lagi di tempat yang sama," kata penjual nasi rames ini. Berdasarkan pantauan, para petugas Satpol yang dibantu oleh beberapa anggota TNI dan kepolisian melakukan penindakan berupa surat pelanggaran kepada pedagang untuk mengikuti sidang pada tanggal 16 November 2016 di Kantor Kecamatan Cimahi Utara. Beberapa barang dan KTP pedagang dibawa sebagai jaminannya. Petugas terlihat menghampiri ratusan pedagang yang mendirikan kiosnya di atas trotoar, hingga ruang yang tersedia untuk pejalan kaki hanya disisakan sedikit. Meski sempat menyulut emosi beberapa pedagang, namun penertiban berlangsung kondusif. (Gatot Poedji Utomo/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA