Perusahaan di Cimahi Berkontribusi Terhadap Banjir di Hujung Kidul

Permasalahan banjir musiman yang sudah terjadi puluhan tahun di daerah Kp. Hujung Kidul RT 02 07 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, ternyata ada beberapa perusahaan yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir di kawasan tersebut. Beberapa peru

Perusahaan di Cimahi Berkontribusi Terhadap Banjir di Hujung Kidul

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Permasalahan banjir musiman yang sudah terjadi puluhan tahun di daerah Kp. Hujung Kidul RT 02/07 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, ternyata ada beberapa perusahaan yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir di kawasan tersebut. Beberapa perusahaan yang berkontribusi menjadikan banjir di wilayah tersebut diantaranya adalah PT Jasa Marga, PT Sanbe, dan PT Panjaya. Ketua Komisi III DPRD Cimahi, Purwanto mengatakan, kontribusi dari jasa marga adalah, saat mereka membuat crossing pembuangan ke pintu tol Baros, Kali Cibabat yang tadinya ukuran kedalamannya 4 meter dengan lebar 3x45 cm, mereka hanya bikin tiga gorong gorong yang cuman memiliki kedalaman 1,5 meter. Jadi bisa dibayangkan, dengan kapasitas Kali Cibabat yang besar, sudah tentu air tidak akan tertampung, sehingga banjir pun tak dapat dielakan lagi. "Otomatis ketika hujan datang, air dari Kali Cibabat itu akan meluap dan masuk ke pemukiman warga," kata Purwanto, Sabtu (27/8/2016). Sementara kontribusi dari perusahaan lain, seperti yang dilakukan PT. Panjaya, mereka membangun beberapa bangunan liar salahsatunya membangun bendungan di Kali Cibabat tersebut untuk mengambil air. "Mereka juga membuat sebuah terowongan air yang langsung mengarah ke kali dengan maksud bisa memanfaatkan air dari kali tersebut," ungkapnya. Kondisi tersebut diperparah oleh beberapa perusahaan lain yang dengan sengaja membangun kembali bangunan yang sudah roboh, tetapi brangkalnya dibiarkan begitu saja. "Jadi kali itu dengan sendirinya akan menyempit karena brangkal bekas bangunannya tidak dibereskan, maka terjadilah penyempitan dan pendangkalan," terangnya. Sementara itu PT Sanbe melakukan pelanggaran dengan pembuatan drainase fiktif. Jadi seolah olah ada drainase tapi tidak berfungsi. Itu lokasinya didepan PT Sanbe. "Jadi jelas pembuatan drainase itu hanya untuk mengelabui saja," ujarnya. Untuk itu dalam hal ini pihaknya meminta kepada pihak terkait seperti Dinas Pekerjaa Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Kantor Lingkungan Hidup dan Satpol PP, diharapkan kerjasama samanya untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Saya harap pihak terkait dapat bahu membahu dalam menyelesaikan masalah banjir yang sudah puluhan tahun terjadi di wilayah tersebut. Karena ini adalah kepentingan kebersama," tuturnya. (Gatot/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA