Persetujuan Pembangunan PLTSa Bukan Keputusan Final Wali Kota Bandung

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan menuding DPRD Kota Bandung tidak memihak kepada lingkungan hidup dan aspirasi warga. Ini sebagai fakta keputusan pilitikn terkait persetujuan pembangunan Pembangkit

Persetujuan Pembangunan PLTSa Bukan Keputusan Final Wali Kota Bandung

Oleh : Jimmiriandar BANDUNG, FOKUSJabar.com : Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat Dadan Ramdan menuding DPRD Kota Bandung tidak memihak kepada lingkungan hidup dan aspirasi warga.  Ini sebagai fakta keputusan  pilitikn terkait persetujuan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Meskipun soal itu diputuskan memlaui votingf. [caption id="attachment_67427" align="aligncenter" width="450"] Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat.[/caption] "DPRD Kota Bandung memilih memihak pada investasi incenerator," jelasnya. Dadan menambahkan, Walhi Jawa Barat menilai bahwa keputusan politik yang diambil sangat kental dengan politik transaksional dan intervensi perusahaan PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL) yang kuat mempengaruhi keputusan. "DPRD Kota Bandung berisi politisi-politisi bermasalah dan tidak pro  lingkungan hidup," papar Dadan. Persetujuan kerjasama pembangunan PLTSa ini bukanlah keputusan final yang harus dijalankan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Dikatakan Dadan, keputusan tersebut belum menjadi kebijakan yang disepakati bersama dengan Pemerintah Kota Bandung. "Karena itu, Walhi Jawa Barat mendesak Wali Kota Bandung untuk segera melakukan konsultasi publik, sekaligus uji publik berkaitan dengan keputusan yang sudah dikeluarkan DPRD Kota Bandung," kata Dadan. Konsultasi dan Uji Publik yang dimaksud, sebagai ruang aspirasi terbuka bagi publik sebelum melakukan pengambilan keputusan menjalankan keputusan DPRD kota Bandung ini. Konsultasi publik dan uji publik harus dilakukan dengan melibatkan para pihak, warga, organsisasi lingkungan hidup, dan para ahli kebijakan, lingkungan hidup dan teknologi yang lebih independen. Selain itu, Walhi Jawa Barat mengajak publik kota Bandung dan Jawa Barat untuk menyatakan penolakan terhadap kebijakan kerjasama pembangunan incinerator PLTSa di Kota Bandung. "Dapat dipastikan pembangunan PLTSa akan menguntungkan pihak PT BRIL dan merugikan warga serta lingkungan hidup ke depan," pungkas Dadan.(ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA