Penggunaan Anggaran Mamin Pemkab Bandung Memasuki Tahap Penyelidikan

Penelusuran adanya penyalahgunaan dana makan dan minum (Mamin) Pemerintah Kabupaten Bandung tahun anggaran 2013 senilai Rp4,4 milyar terus dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Saat ini sudah masuk tahap penyelidikan. Kajati Jabar Feri Wibiso

Penggunaan Anggaran Mamin Pemkab Bandung Memasuki Tahap Penyelidikan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Penelusuran adanya penyalahgunaan dana makan dan minum (Mamin) Pemerintah Kabupaten Bandung tahun anggaran 2013 senilai Rp4,4 milyar terus dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Saat ini sudah masuk tahap penyelidikan. Kajati Jabar Feri Wibisono mengatakan, pihaknya terus mengembangkan perkara tersebut, bahkan terus dilakukan untuk melengkapi indikasi dugaan penyelahgunaan dana alokasi itu. "Nanti tunggu perkembangannya," kata Feri di Kejati Jabar Jalan LLRE Martadinata Bandung, Jumat (18/9/2015). Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran mamin Rp4,4 milyar (tahun 2013) dengan realisasi Rp4,3 milyar. Pada perjalanannya, anggaran untuk mamin bupati itu menunjukan keanehan (ada manipulasi), yakni dari anggaran mamin yang terealisasi, ternyata hanya treserap Rumah Makan "RP" sebesar Rp1,3 milyar. Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2013, terdapat temuan manipulasi terhadap dokumen faktur dan kwintansi dengan modus ada perbedaan antara faktur dan kwintansi yang menjadi bukti pertanggungjawaban (SPJ) belanja mamin antara setda dengan Rumah Makan RP atas pengeluaran mereka. Sehingga perbedaan itu berpotensi memunculkan kerugian negara. "Kalau sudah naik ke penyidikan kita umumkan," singkat Feri. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA