Pengerukan Citarum Belum Signifikan Atasi Banjir

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, beserta Pemerintah Kabupaten Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sering melakukan pengerukan sampah yang menyumbat aliran sungai Citarum. Kendati demikian, banjir tetap terjadi karena masih air di Sungai

Pengerukan Citarum Belum Signifikan Atasi Banjir

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat, beserta Pemerintah Kabupaten Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sering melakukan pengerukan sampah yang menyumbat aliran sungai Citarum. Kendati demikian, banjir tetap terjadi karena masih air di Sungai Citarum masih saja meluap. Mengenai hal itu, Ketua LSM Barudak Baraya Cisangkuy Citarum (B2C2), Abah Edi menegaskan, pengerukan sungai Citarum belum memberikan dampak yang signifikan terkait penyelesaian banjir. Menurut Abah Edi, pengerukan hanya mempercepat penyurutan, bukan penyempitan wilayah yang terkena banjir. "Mengenai pengerukan kami akui, kalau durasi atau kecepatan surut itu ada, biasanya 3 sampai 5 hari, sekarang 2 hari surut kadang 1 hari. Ini baru durasinya saja, kalau ketinggian dan luas genangan masih belum berubah," ungkap Abah Edi kepada PRFM, Rabu (24/2/2016). Dengan demikian, Abah Edi mewakili warga Cigosol dan kabupaten Bandung lainnya yang kerap dilanda banjir, mengharapkan reaksi nyata dari seluruh pihak agar wilayahnya bisa terbebas dari banjir yang sering diakibatkan oleh meluapnya sungai Citarum dan anak sungai Citarum. "Itupun harus bekerja sama semua kementrian, tidak hanya cukup kementrian PU, karena disana ada sedimentasi, ada sampah, ada limbah, ada limbah rumah tangga, nah ini semua harus memperjuangkan hak-hak wilayah sungai," pungkas Abah Edi. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA