Pengacara Rujukan Polda Berkelit Soal Aliran Dana Kasus BPJS Subang Rp1,4 M

Mantan pengacara Nur Holim irit bicara saat ditanya aliran dana Rp1,4 milyar untuk penyidik Polda Jawa Barat dalam penanganan kasus korupsi dana Kapitasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Subang dengan tersangka, Jajang Abdul

Pengacara Rujukan Polda Berkelit Soal Aliran Dana Kasus BPJS Subang Rp1,4 M

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mantan pengacara Nur Holim irit bicara saat ditanya aliran dana Rp1,4 milyar untuk penyidik Polda Jawa Barat dalam penanganan kasus korupsi dana Kapitasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Subang dengan tersangka, Jajang Abdul Kholik. Disebut-sebut dana tersebut yang diperuntukan pengembalian kerugian negara, namun dipersiapkan sebagai biaya 'peringanan' perkara berdasarkan instruksi Bupati Subang, Ojang Suhandi. Nur Holim merupakan pengacara yang ditunjuk Polda Jawa Barat untuk mendampingi Jajang Abdul Kholik pada saat itu, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap perkara korupsi BPJS Kabupaten Subang. Jaksa Penuntut Umum KPK memutar percakapan Nur Holim dengan penyidik Unit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat, Rohadi pada 1 Oktober 2015. Dalam percakapan itu, dengan samar terucap pihak Polda meminta Nur Holim agar 'membantu' penanganan tersebut. Dalam kasus korupsi BPJS itu, terdapat kerugian negara senilai Rp2,6 milyar. Namun, kata Nur Holim, Bupati Ojang memberikan uang senilai Rp1,4 milyar dengan amanat agar semua yang terkait dengan kasus tersebut agar diringankan. "Lalu saya telepon (Polda), ini ada uang Rp1,4 milyar ditangan saya. Saya ingin ada pertemuan khusus untuk pengembalian uang itu. Ini inisiatif saya," kata Nur Halim di Ruang 1 Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Rabu (27/7/2016). Nur Holim mengungkapkan, dana Rp1,4 milyar itu diberikan dalam waktu terpisah. Pertama, Bupati Ojang meminta Nur Holim menerima dana Rp1 milyar dengan tanda tangan kuitansi. "Tanggal 18 Oktober 2015 Pak Ojang nelepon saya, uang itu saya terima di Hotel Panghegar Bandung. Diberikan oleh bapak secara langsung untuk penanganan kasus Jajang dan Budi," ungkap Nur. Nur Holim menambahkan, saat penyerahan itu, Bupati Ojang mengingatkan, agar penanganan kasus tersebut harus 'meringankan' semua pihak yang terkait. Sedangkan untuk dana sisanya yaitu Rp400 juta, diterima Nur Holim di kawasan Mall, Jalan Pasir Kaliki Kota Bandung. "Untuk sisanya saya terima tanggal 6 November 2015. Pak Bupati minta ketemu saya dan diserahi Rp400 juta. Lalu, saya tanya kan kurang? tapi kata (Ojang) segitu dulu," ungkap Nur Holim. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA