November, Bulan Bencana Bandung Barat

Sepanjang bulan November 2016, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat 19 kejadian bencana alam longsor dan pergerakan tanah. Dari total kejadian, 4 orang korban jiwa, 3 orang luka parah dan ratusan jiwa diungsik

November, Bulan Bencana Bandung Barat

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Sepanjang bulan November 2016, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat 19 kejadian bencana alam longsor dan pergerakan tanah. Dari total kejadian, 4 orang korban jiwa, 3 orang luka parah dan ratusan jiwa diungsikan tak terhitung kerugian materi akibat bencana yang bertubi-tubi terjadi ini. "Dalam rentang 1 - 21 Nopember ini, tercatat sudah terjadi 19 kejadian bencana alam yaitu longsor dan pergerakan tanah. Empat orang dinyatakan tewas, tiga orang luka dan ratusan jiwa harus mengungsi,"ungkap Kepala BPBD KBB, Wawan Herawan saat ditemui FOKUSJabar.com di posko pengungsian korban aula Desa.Citatah, Senin(21/11/2016) siang. ‬ Bencana longsor terjadi di hampir semua kecamatan diantaranya Kecamatan Lembang, Padalarang, Cililin, Cipatat dan Cisarua. ‪Terbaru, kata dia, longsor tebing setinggi 50 meter mengancam warga Kampung Tonjong Desa Nyalindung Kecamatan Cipatat. Sedikitnya, 70 warga telah mengungsi dan 101 warga lainnya terancam bahaya longsor susulan. ‬Jelas dia, kejadian longsor di Kampung Tonjong Desa Nyalindung terjadi pada Minggu (20/11/2016) malam. Delapan rumah berdiri di atas tebing rawan longsor, dikhawatirkan longsor masih terjadi dan mengancam belasan rumah lainnya. ‬ ‪"Kondisi rumah sangat mengkhawatirkan, apalagi hujan masih mengguyur takutnya bisa kembali longsor. Penghuninya sudah diungsikan ke rumah tetangga dan tenda BPBD yang dibangun di sekitar lokasi, "ujar Wawan.‬ ‪ ‬Pihaknya sudah memperingatkan pada warga agar menjauh dari lokasi jika terjadi hujan dan sebaiknya menempati tenda pengungsian yang sudah disediakan, sebab pasca kejadian ternyata masih ada warga yang memaksa kembali ke rumahnya. ‬‪ "Warga yang menempati delapan rumah ini kadang-kadang balik ke rumahnya, padahal kita khawatir rumah itu roboh karena tidak kuat menahan gerusan tanah jika terus diguyur hujan, "bebernya. ‬ Sementara pengungsi pergerakan tanah di Kampung Cikatomas Cipatat sudah dipindah ke aula kantor Desa Citatah setelah sebelumnya menempati tenda pengusian BPBD. Jumlah pengungsi bertambah jadi 155 orang karena pergerakan tanah semakin meluas dan merusak rumah warga lainnya. ‬ (Tri/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA