Nah Lho! Mayoritas Obat Kuat di Jabar Tak Aman Dikonsumsi

Oleh M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menemukan 53 kasus produk yang melakukan pelanggaran sebagai hasil pengawasan dan penyelidikan BBPOM selama 2012. caption id attachment 14255 a

Nah Lho! Mayoritas Obat Kuat di Jabar Tak Aman Dikonsumsi

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menemukan 53 kasus produk yang melakukan pelanggaran sebagai hasil pengawasan dan penyelidikan BBPOM selama 2012. [caption id="attachment_14255" align="aligncenter" width="460"] (Foto: M Jatnika Sadili)[/caption] Menurut Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandung, Dela Triatmani, temuan tersebut didapat dari Kota/Kabupaten hampir merata di Jawa Barat. Beberapa jenis obat-obatan yang ditemukan itu kebanyakan merupakan obat kuat. "Karena tidak memiliki nomor registrasi berarti produknya tidak aman untuk dikonsumsi, karena mengandung bahan berbahaya, atau mengandung bahan kimia obat," ujarnya kepada wartaan, di Kantor BBPOM Bandung, Kamis (27/12) Dari 53 kasus adalah hasil temuan lima bentuk produk, dari mulai obat tradisional, kosmetika, obat keras, pangan dan obat. Ssemua itu kebanyakan produk melanggar karena tidak memiliki izin edar dan merupakan bahan berbahaya Dirinya mengaku selama ini telah melakukan pengawasan rutin terhadap sejumlah apotek dan jamu yang ada di Jawa Barat, dan setiap kali ada temuan hasil Badan POM, pihaknya langsung melakukan pencarian. "Kita harapkan, temuannya obat terlarang di salah satu toko jamu ini bisa menjadi peringatan atau efek jera," tutupnya. (MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA