Muradi : Jangan Berlebihan Menyikapi Diskusi Kemahasiswaan

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi menyatakan, sikap kelompok masyarakat terhadap diskusi faham faham tertentu, terlalu reaktif. Bahkan, lanjut dia, aksi pembubaran dilakukan, tidak relevan dalam konteks saat

Muradi : Jangan Berlebihan Menyikapi Diskusi Kemahasiswaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi menyatakan, sikap kelompok masyarakat terhadap diskusi faham - faham tertentu, terlalu reaktif. Bahkan, lanjut dia, aksi pembubaran dilakukan, tidak relevan dalam konteks saat ini. “Para mahasiswa membahas perbedaan ideologi dalam ruang diskusi itu untuk melihat bahwa dulu pernah ada beragam ideologi. Bukan lantas untuk menumbuhkan ideologi tertentu karena itu sudah usang,” ungkapnya di Bandung, Rabu (18/5/2016) Muradi mencontohkan aksi pembubaran oleh kelompok masyarakat terhadap agenda kelas teori Karl Marx yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Daunjati ISBI Bandung, sangat disayangkan. Pasalnya, menurut Muradi, teori sosial Karl Mark merupakan bagian dari faham tempo dulu yang sudah masuk bidang keilmuan Sosilogi yang harus dipelajari. “Begitu masuk kampus, paling tidak hanya sampai pada tahap kajian, tidak lantas mahasiswa berbelok beraliran kiri atau kanan. Ruang diskusi itu bagian dari menggali khasanah keilmuan. Respons berlebihan sampai membubarkan diskusi saya rasa tidak lagi relevan,” kata dia. Tidak hanya itu, Muradi juga mengkritisi rencana Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia yang berencana membakar buku - buku beraliran kiri. “Melalui buku misalnya Palu Arit di Ladang Tebu, Pemerintah justru terbantu karena melalui buku bisa membatasi ruang gerak faham-faham seperti komunis agar tidak tumbuh berkembang lagi,” kata dia. (Adi/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA