Mundur dari Sekda, Yossi Tunggu Keputusan Pengusungan dari Partai

Yossi Irianto masih menunggu keputusan partai yang akan mengusungnya dan mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018, sebelum memastikan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Daera

Mundur dari Sekda, Yossi Tunggu Keputusan Pengusungan dari Partai

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Yossi Irianto masih menunggu keputusan partai yang akan mengusungnya dan mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018, sebelum memastikan mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Yossi sendiri sudah mengikuti tahapan penjaringan calon Pilwalkot Bandung 2018 melalui Partai Demokrat Kota Bandung. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Yossi yang menjabat sebagai Sekda Kota Bandung terkena ketentuan yang tercantum dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan jika ASN yang ikut mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harus mundur dari jabatannya sebagai ASN. Bahkan surat pengunduran diri sebagai ASN pun harus dilampirkan saat melakukan pendaftaran ke KPU. "Saya siap mengikuti perundang-undangan yang berlaku kalau nanti maju pada Pilwalkot Bandung 2018. Namun hingga saat ini, saya masih menunggu keputusan dari partai dan belum mendaftar ke KPU. Sejak awal, niat saya ikut konvensi untuk memberikan edukasi politik dan belum ada kepastian akan maju atau tidak," ujar Yossi saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (29/8/2017). Yossi mengaku, dirinya tidak mempermasalahkan terkait peraturan Undang-undang yang ada. Dirinya pun masih belum mendapatkan keputusan dari partai untuk dicalonkan atau tidak pada Pilwalkot Bandung 2018. "Saya hanya ikut jadi bagian dari pesta demokrasi. Wali Kota dan Wakil Wali Kota pun masih ada. Dan saya pun harus bicara lebih dulu dengan keluarga, jadi jalani saja dulu prosesnya," terangnya. Terkait pelayanan kepada masyarakat, Yossi pun menegaskan jika tidak ada persoalan baik dari pihak eksekutif maupun legislatif di Kota Bandung. Pelayanan terhadap masyarakat berjalan sebagaimana mestinya dan tidak terganggu dengan adanya proses menuju pencalonan pada Pilwalkot Bandung 2018. "Netralitas pun pasti terjaga dan itu perlu dibangun ketika siapapun penyelenggaranya. Bukan hanya ASN, tapi juga dari dewan hingga pimpinan daerah. Saya ingin membangun edukasi demokrasi bagi warga Kota Bandung. Dan dimanapun, pengabdian ke publik itu sama saja karena yang lebih penting adalah konten pelayanannya," pungkasnya. (ageng/bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA