Longsoran Timpa Rumah dan Aliran Sungai

Tebing Girimande di Kelurahan Karangpamulang, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung kembali longsor disebabkan hujan lebat. Kali ini, longsoran tanah dan dinding pembatas menerjang sebuah rumah di Perumahan Girimande 2 RT 05 04 yang berada di bawahnya, Sab

Longsoran Timpa Rumah dan Aliran Sungai

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tebing Girimande di Kelurahan Karangpamulang, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung kembali longsor disebabkan hujan lebat. Kali ini, longsoran tanah dan dinding pembatas menerjang sebuah rumah di Perumahan Girimande 2 RT 05/04 yang berada di bawahnya, Sabtu (5/3/2016). "Sekarang longsor lagi, kemarin hujannya memang deras," ungkap Djunaedi, pemilik rumah yang tertimpa longsoran, Sabtu (5/3/2016). Rumah milik Djunaedi mengalami kerusakan di bagian belakang serta samping. Material longsoran bahkan sampai masuk ke dalam rumah dan merusak sebagian perabotan. Selain merusak rumah milik Djunaedi, tanah yang labil itu juga mengancam lima rumah lainnya, saat ini warga mengungsi di pemukiman kerabatnya. Tidak cuma menerjang rumah Djunaedi, material longsor pun menutup aliran Sungai Cikileuy dan berakibat banjir setinggi satu meter yang menggenangi sejumlah rumah sekitar. "Airnya lumayan tinggi dan sempat menggenangi rumah - rumah di sini," tambah Djunaedi. Dari informasi yang diperoleh, tanda - tanda tebing akan longsor mulai tampak saat hujan deras, Jumat (4/3) sekitar pukul 12:00 WIB. Beberpa jam kemudian warga melihat air bercampur tanah lumpur mengalir. Mereka pun sempat khawatir peristiwa longsor akhir November 2015 terulang. Puncaknya akhirnya terjadi menjelang pukul 20:00 WIB. Benteng penahan ambruk dan tanah lumpur meluncur ke rumah warga. Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain rumah Djunaedi, rumah lain yang sempat terendam lumpur dan sedikit mengalami kerusakan adalah rumah Suradi, Ny. Hani, Wahyu, Ny. Ai, Ali, Iwan dan Maman. Beruntung, pada peristiwa kali ini, tidak ada korban jiwa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga sebenarnya sempat melaporkan hal itu namun hingga kini masih belum ada tanggapan. "Kami berharap pemerintah cepat tanggap dan turun ke lapangan, memberi bantuan terutama mengangkat material longsoran yang menutup aliran sungai. Kami khawatir akan terjadi longsor susulan," kata Djunaedi. (Adi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA