Limbah B3 Mulai Dilirik Para Pengusaha

Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang lebih banyak dibuang, kini mulai jadi buruan . Bahkan banyak pengusaha mulai berminat mengelola limbah tersebut. Para pengusaha melihat ada nilai ekonomi pada limbah B3. Data selama 2013 menunjukan banyaknya

Limbah B3 Mulai Dilirik Para Pengusaha

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang lebih banyak dibuang, kini mulai jadi 'buruan'. Bahkan banyak pengusaha mulai berminat mengelola limbah tersebut. Para pengusaha melihat ada nilai ekonomi pada limbah B3. "Data selama 2013 menunjukan banyaknya pemohon untuk mengelola limbah B3 untuk dimanfaatkan," ungkap Staf Ahli Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Laksmi Dewanti, di Bandung, Kamis (17/9/2015). Pada periode 2013-2014, ada sekitar 821 perusahaan pengelola limbah B3. Angka tersebut menunjukan peningkatan hingga 77 persen dari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, total ada 14.38 orang tenaga kerja dengan jumlah limbah yang diolah mencapai 193 juta ton. Adapun limbah yang diolah, di antaranya katalis bekas, aki bekas, fly ash, bottom ash, dan sludge oil. " Setelah diolah limbah B3 itu bisa digunakan untuk bahan konstruksi jalan, bahan batako, bahan baku semen, recovery logam berharga, hingga menjadi bahan bakar alternatif," jelasnya. Para pengusaha mendapatkan limbah B3 dari berbagai industri yang ada di Indonesia. Bahkan banyak yang berupaya mengimpor limbah B3 karena kekurangan limbah untuk diolah. Lebih lanjut Laksmi mengaku, bersama Kemntrian LH terus mensosialisasikan agar limbah bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan begitu, linbah B3 tidak menjadi produk sisa yang dibuang sembarangan, terutama oleh pelaku industri. Terlebih pemerintah pun telah memperkuatnya dengan pengaturan dan hukum bagi pembuang limbah B3 sembarangan. (LIN)    

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA