Lelang Proyek Pengadaan Senjata Genggam Dishub Dianggap Fatal

Berjalannya tahap lelang pengadaan senjata genggam (pistol) beserta kelengkapannya oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung senilai Rp2,2 milyar, dianggap fatal. Pasalnya, setelah dibatalkan, tahap lelang pengadaan terus berjalan di Layanan Pengadaan Secara

Lelang Proyek Pengadaan Senjata Genggam Dishub Dianggap Fatal

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Berjalannya tahap lelang pengadaan senjata genggam (pistol) beserta kelengkapannya oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung senilai Rp2,2 milyar, dianggap fatal. Pasalnya, setelah dibatalkan, tahap lelang pengadaan terus berjalan di Layanan Pengadaan Secara Eletronik (LPSE) Kota Bandung, bahkan menempuh mekanisme evaluasi penawaran dari 25 peserta yang mengikuti lelang. [caption id="attachment_164390" align="aligncenter" width="735"] senjata genggam (ilustrasi : net)[/caption] Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bandung Dedi Supendi menerangkan, kebijakan wali kota terkait pembatalan pengadaan senjata genggam telah dikoordinasikan ke panitia lelang. Sebab, pembatalan pengadaan menjadi tanggung jawab panitia. "Tugas mengevaluasi, penawaran dan mengumumkan itu ada di tangan panitia," tegas Dedi kepada wartawan, Selasa (15/9/2015). Dedi menjelaskan bahwa progres dari koordinasi pembatalan kepada panitia lelang tinggal menunggu sikap balasan dari Dishub Kota Bandung selaku Kuasa Pengguna Anggaran. "Saya kontak panitia dan bilang jika pengadaan sebagaimana arahan, itu dihentikan. Jawaban panitia, katanya ini sudah dalam tahap penawaran. Jadi kewenangan ada di tangan panitia," tukasnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA