Kota Bandung Penyumbang Pasien RSJ 2015 Terbanyak

LEMBANG, FOKUSjabar.com Kota Bandung menjadi daerah penyumbang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) terbanyak di Jawa Barat selama tahun 2015. Sampai bulan September ini, jumlah pasien RSJ di Kota Bandung mencapai 11.363 pasien. Sementara peringkat kedua yaitu

Kota Bandung Penyumbang Pasien RSJ 2015 Terbanyak

LEMBANG, FOKUSjabar.com: Kota Bandung menjadi daerah penyumbang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) terbanyak di Jawa Barat selama tahun 2015. Sampai bulan September ini, jumlah pasien RSJ di Kota Bandung mencapai 11.363 pasien. Sementara peringkat kedua yaitu Kabupaten Bandung dengan jumlah 2.561 pasien. Bidang Pelayanan Medik RSJ Jawa Barat, dr. Leni Irawati mengatakan, rata-rata pasien yang masuk RSJ didominasi dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Adapun penyebabnya bermacam-macam, namun yang paling utama adalah faktor ekonomi. "Pasien yang melakukan rawat jalan di RSJ Jawa Barat paling banyak dari Kota Bandung, disusul Kabupaten Bandung, lalu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Pasien yang dirawat inap juga rata-rata sama sampai sebanyak itu," ungkap Leni saat ditemui diruang kerjanya, Jalan Kol Masturi, Lembang, Kab. Bandung Barat, Selasa (15/9/2015). [caption id="attachment_164287" align="aligncenter" width="735"] Kota Bandung menjadi daerah paling banyak penyumbang pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat dengan jumlah hingga 11.363 pasien (Tribun)[/caption] Leni menuturkan, pasien yang mengalami gangguan jiwa berasal dari usia produktif antara 21 sampai 45 tahun yang didominasi jenis kelamin laki-laki. "Daerah yang paling sedikit dirawat di RSJ adalah pasien yang berasal dari Depok, hanya 6 orang," tuturnya. Lemi menilai bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan jiwa. Adapun penyebab lainnya multifungsi mulai dari faktor keluarga, perkawinan, biologis dan sampai perceraian. "Biasanya tidak punya pekerjaan dalam jangka waktu lama menimbulkan stress sampai jiwanya terganggu. Parahnya, masyarakat di kawasan perkotaan sifatnya individualis, jadi paling banyak yang mengalami gangguan jiwa ya asalnya dari Bandung," pungkasnya. (Agni/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA