Korupsi Bansos, Dua Pentolan LSM Divonis 3 Tahun Penjara

Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan hukuman tiga Tahun penjara terhadap dua pentolan LSM, Aom Ricki Tamara dan Don Roma Cakra Nagara karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dana Bansos Pemkot Bandung tahun anggaran 2014. Ketua Majelis Hakim

Korupsi Bansos, Dua Pentolan LSM Divonis 3 Tahun Penjara

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Majelis Hakim Tipikor menjatuhkan hukuman tiga Tahun penjara terhadap dua pentolan LSM, Aom Ricki Tamara dan Don Roma Cakra Nagara karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dana Bansos Pemkot Bandung tahun anggaran 2014. Ketua Majelis Hakim Tipikor, Longser Sormin menyatakan, dua terdakwa secara syah dan meyakinkan telah memperkaya diri sendiri bersama sama sebagaimana diatur dalam dakwaan subsider pasal 3 UU Tipikor jo pasal 55 KUHP. "Menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa kurungan tiga tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider kurungan dua bulan," ujarnya di Pengadilan Negeri Tipikor Jalan LLRE Martadinata Bandung, Rabu (20/1/2016). Tidak hanya itu, Aom diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp45,5 juta dengan ketentuan jika dalam satu bulan tidak dibayar, maka harta bendanya disita jaksa. Jika tidak memiliki harta benda, maka diganti dengan hukuman tiga bulan kurungan. Sementara terdakwa Don diharuskan mengganti uang sebesar Rp75 juta dan diganti pidana 3 bulan kurungan jika tak bisa membayarnya. Majelis Hakim menuturkan, terdakwa Aom Ricky Tamara merupakan Ketua sekaligus Bendahara Forum Pemuda Seni Sunda (FPSS) Kota Bandung mengajukan proposal dana hibah ke Pemkot Bandung tahun 2014 untuk acara festival seni senilai Rp50 juta. Sementara terdakwa Don selaku ketua LSM Forum Pemuda Olah Raga dan Seni mengajukan dana hibah ke Pemerintah Kota Bandung sebesar Rp50 juta, namun dalam penyerapan anggaran bantuan hibah itu, dua terdakwa tidak menggunakan untuk kegiatan melainkan untuk kepentingan pribadi. Modus kedua terdakwa, menurutnya, hampir sama namun sebagian besar dari dana yang diberikan bukan digunakan untuk kegiatan seperti yang diajukan. Dana bansos yang didapatkan lebih banyak digunakan kedua terdakwa untuk keperluan pribadi, seperti untuk modal usaha dengan pemalsuan kwitansi pembayaran. Atas keputusan tersebut, kedua terdakwa yang tidak didampingi tim penasihat hukum, menerima vonis hukuman. Sedangkan tim JPU mengambil sikap pikir - pikir. (Adi/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA