Korban Longsor Pangalengan Diungsikan ke Marga Mukti

Kepala Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Pangelengan, Jabar, Agus Hermawan mengatakan, korban longsor akibat ledakan pipa gas milik PT Star Energy Geothermal diungsikan ke aula Balai Desa Marga Mukti. Sebanyak 110 warga berkumpul di area t

Korban Longsor Pangalengan Diungsikan ke Marga Mukti

PANGALENGAN, FOKUSJabar.com: Kepala Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Pangelengan, Jabar, Agus Hermawan mengatakan, korban longsor akibat ledakan pipa gas milik PT Star Energy Geothermal diungsikan ke aula Balai Desa Marga Mukti. Sebanyak 110 warga berkumpul di area tersebut. [caption id="attachment_126200" align="aligncenter" width="638"] Korban Longsor Pipa Gas Star Energy Geothermal Diungsikan ke Balai Desa Marga Mukti (foto: Budi)[/caption] " Ada juga yang mengungsi ke tempat saudaranya terdekat. Tapi kebanyakan di aula balai desa, " kata Agus saat ditemui di Balai Desa Margamukti, Rabu (6/5/2015). Menurutnya, semua warga kampung Cibitung akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Dia menilai, tempat tinggal mereka yang sekarang sangat rentan akan bencana. " Tadi juga pak Wagub dan Bupati merencanakan itu, tapi untuk tempatnya masih dibicarakan. Kalau saya berpendapat lebih baik warga di relokasi ke tempat yang dekat, misalnya di Kampung Cikakapa Desa Margamukti, " urai Agus. Pihak Star Energi Geothermal akan memberikan bantuan kepada semua warga Kampung Cibitung yang terkena dampak longsor dan lledakan pipa gas tersebut. " Sudah ada pembicaraan, tentunya dari Provinsi, Kabupaten dan Dinsos juga akan memberikan bantuannya, " ungkapnya. Menurut Agus sebenarnya retakan di tebing yang terjadi longsor telah diketahui pada tahun 2011. Pihaknya pun telah memberikan himbauan kepada warga Kampung Cibitung untuk selalu waspada. " Pangalengan ini kan rawan akan pergeseran tanah. Sebelumnya kami juga menginstruksikan kepada warga untuk melakukan ronda malam secara bergilir untuk memantau lokasi itu. Intinya, mereka harus waspada, " katanya. Selain itu, dia juga menjelaskan warga tidak bisa direlokasi sebelumnya dikarenakan terkendala tempat dan adanya pernyataan dari BPBD bahwa radius pipa ke pemukiman warga aman. " Tapi kan yang namanya alam tida bisa diprediksi. Ledakan pipa yang menyebabkan tanah longsoran bergerak ke pemukiman warga, " jelasnya, Dia pun menyebut, sampai dengan saat ini korban yang diketemukan empat orang, lima belum diketemukan dan 10 rang luka - luka. " Yang meninggal langsung di kebumikan dan yang luka-luka di bawa ke rumah sakit Al - Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung, " sebut Asep. ( BUD / DEN )

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA