KLHK Serius Tangani Kawasan Hulu Sungai Cimanuk dan Citarum

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serius tangani tiga kawasan hulu sungai yakni Cimanuk dan Citarum di Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, tiga kawasan tersebut mengalami kerusakan yang berat dengan terjadinya banjir beberapa waktu lalu. Denga

KLHK Serius Tangani Kawasan Hulu Sungai Cimanuk dan Citarum

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serius tangani tiga kawasan hulu sungai yakni Cimanuk dan Citarum di Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, tiga kawasan tersebut mengalami kerusakan yang berat dengan terjadinya banjir beberapa waktu lalu. Dengan demikian, sedikitnya Rp320 milyar digelontorkan KLHK untuk rehabilitasi kawasan tersebut ditambah hulu sungai Sari di Nusa Tenggara Barat. Rehabilitasi tahun 2017 akan dilakukan diatas lahan sebanyak 34 ribu hektar. Dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, PT Perhutani dan pemerintah daerah. "Luasannya DAS Cimanuk dan Citarum 28 ribu hektar, kemudian di DAS Sari enam ribu hektare. Rutin menggunakan APBN kita," kata Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK Hilman Nugroho, Rabu (11/1/2017). Hilaman mengatakan, ada tahun pertama, pihaknya akan melakukan penanaman serta membuat sumur resapan, kemudian tahun kedua dan ketiga akan dilakukan perawatan terhadap hasil penanaman kembali itu. Dia menjelaskan, jenis tanamannya akan disesuaikan dengan kondisi lahan serta rekomendasi warga sekitar. "Tapi di daerah tinggi tidak diberikan rekomendasi albasiah. Itu sesuai dengan jenis endemik. Di kawasan konservasi kita dorong (jenis) yang sudah ada di sana, tak boleh berubah," ujar dia. Hilman menjelaskan, kedepan penebaran benih akan menggunakan sistem penebaran lewat udara, namun akan di lakukan nanti setelah musim hujan datang. Kemungkinan akan dilakukan pada bulan September atau November, karena saat ini masih musim kemarau. "Saya juga akan membentuk tim pengawasan agar dalam praketej dilapangan nanti sistem penananmannya bisa dilakukan secara maksimal," ujar dia. Hilman menjelaskan, dari keseluruhan hutan di Indonesia yang mencapai 190 juta ha, 24,3 juta ha diantaranya mengalami kerusakan. Menurutnya, kerusakan pada 12% wilayah hutan di Tanah Air ini tergolong kritis. "Itu yang harus diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa. Bisa KLHK, pemerintah daerah, swasta," katanya. Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahamd Heryawan mengatakan, pihak melakukan perbaikan hulu sungai yang sudah di anggap kritisi yaitu Cimanuk dan Citarum, bukan hanya itu pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi kawasan yang rusak itu. "Selain program dan anggaran kami juga sudah menyiapkan satuan pengawas yaitu dengan mendirikan Samsat, yang melibatkan berbagai pihak," kata dia. Aher menjelaskan, keberhasilan program harus didukung dengan pengawasan yang ketat tidak hanya berjalan begitu saja, "dengan sistem samsat ini saya yakin semua kegiatan akan terpatau," turur Aher panggilan akrab Ahmad Heryawan. (AS/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA