Kejati Jabar: Bupati Ojang tidak Menutup Kemungkinan Akan Dipanggil Penyidik

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Raymond Ali menegaskan, adanya laporan dugaan adanya keterkaitan Bupati Subang, Ojang Suhandi dengan kasus korupsi BPJS, tidak bisa dipungkiri akan dipanggil penyidik. Menurutnya,

Kejati Jabar: Bupati Ojang tidak Menutup Kemungkinan Akan Dipanggil Penyidik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasie Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Raymond Ali menegaskan, adanya laporan dugaan adanya keterkaitan Bupati Subang, Ojang Suhandi dengan kasus korupsi BPJS, tidak bisa dipungkiri akan dipanggil penyidik. Menurutnya, kasus yang merupakan pelimpahan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Barat itu, memang ada kemungkinan berkembang karena persidangan biasanya mampu menghadirkan fakta - fakta baru dan terdapat korelasi dengan perkara yang tengah ditangani. " Yang kemarin itu aspirasinya dari Kampak. Kita akan coba dalami dan bandingkan dengan fakta persidangan," ujar Raymond, Sabtu (5/3/2016). Menurut Koordinator Komunitas Anak Muda Peduli Anti Korupsi (Kampak), Asep Sumarna Toha menyatakan, Bupati Ojang diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana BPJS Kabupaten Subang. Hal itu berdasarkan keterangan dalam persidangan, diduga ada aliran dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke Ojang sebesar Rp1,6 milyar dan uang itu digunakan untuk membangun villa. Akan tetapi, belakangan di persidangan kasus BPJS, saksi Suhendi mengatakan uang sebesar Rp1,6 milyar untuk membangun villa bupati itu bersumber dari APBD Kabupaten Subang, bukan dari dana JKN. " Penyidik Kejaksaan Negeri Subang maupun Kejati Jabar harus mengusut kasus dugaan korupsi dana BPJS ini sampai ke akar - akarnya," terang Asep. (Adi/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA