Ke Rusia, Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Tiga Unggulan Jabar  

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) memimpin delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam lawatan kerja ke Rusia untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, Rusia, yang akan menggelar Festival Indonesia (FI) ke 2

Ke Rusia, Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Tiga Unggulan Jabar  

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) memimpin delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam lawatan kerja ke Rusia untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow, Rusia, yang akan menggelar Festival Indonesia (FI) ke-2 pada 4-6 Agustus 2017 di Moskow. Undangan keikutsertaan ini disampaikan langsung Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Rusia di Moskow, Lasro Simbolon kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Menurut rilisnya, Aher akan mempresentasikan peluang investasi di fasilitas pendukung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Aerocity, TPA Legok Nangka, Sistem Suplai Air Bersih di Metropolitan Cirebon Raya di hadapan Indonesia -Rusia Business Forum 2017. Festival Indonesia 2 dilaksanakan sebagai salah satu upaya mempromosikan Trade, Tourism, dan Investment (TTI), serta sosial budaya Indonesia di Rusia. FI kali ini mengangkat Tema: “Visit Wonderful Indonesia: Enjoy it’s Diversity“. Festival ini sebagai tindak lanjut dari keberhasilan FI pertama yang dilaksanakan di Hermitage Garden, Moskow pada 20-21 Agustus 2016. FI Pertama berhasil menyedot pengunjung sebanyak 68.297 orang. Bertolak dari Indonesia pada Senin (1/8/17) malam, Gubernur beserta rombongan dijadwalkan bertemu dengan Kepala Republik Bashkortostan Mr. Rustem Khamitov dan menandatangani protocol of intent kerja sama provinsi bersaudara antara Jawa Barat dan Republik Bashkortostan pada Selasa (2/8/17). Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama, Taufik Budi Santoso saat dihubungi oleh Humas Jabar mengatakan, ini  merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi Provinsi Jawa Barat. Karena ini adalah  protocol of intent pertama yang Gubernur Jabar tanda tangan dengan negara di wilayah Eropa Timur. “Bidang kerja sama yang menjadi fokus kerja sama adalah pariwisata, perdagangan dan investasi yang diharapkan bisa ditingkatkan dari kedua daerah," katanya. Taufiq menyebutkan, bidang berikutnya yang menjadi focus kerja sama, yakni bidang pendidikan tinggi. Bashkortostan memiliki universitas yang memiliki kekhususan di bidang teknik perminyakan yaitu UfaState Petroleum Technological University, sementara Jawa Barat juga memiliki Institut Teknologi Bandung yang merupakan terbaik di Indonesia dalam bidang yang sama. “Kerja sama ini akan didorong pada double degree program dan joint lecture. Sedangkan di bidang kesehatan, akan diusulkan kerja sama transfer teknologi dalam peningkatan pelayanan medis bagi masyarakat Jawa Barat dan tentunya akan sangat terbuka untuk mengeksplorasi bidang-bidang lain yang potensial," tambahnya. Kunjungan kerja selama tujuh hari di Rusia ini juga akan dimanfaatkan untuk pertemuan dengan Chief Mufti of Russia, Mr. Talgat Tadzhuddin, Perusahaan Agrikultur Alekseevsky. Adopsi Teknologi Pertanian Usai meninjau kawasan pertanian milik BUMN Pemerintah Bashkortostan Rusia, Rabu (2/8/17) Aher berencana mengadopsi tekhnologi pertanian yang telah diterapkan di sana, karena sistem pertanian yang diterapkan sangat bagus. "Ini sangat luar biasa, baru kali ini saya lihat sistem pertanian seperti di Rusia ini,” ungkapnya. Dalam acara tersebut Aher pun didampingi oleh Fanil fagimovich zagretdinov, Dirjen BUMN Rusia. Bashkortostan Rusia memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan berhasil dikelola dengan cukup baik. Sehingga menghasilkan produk pertanian yang sangat berkualitas. Baik itu dari produk tomat, mentimun dan lainnya. "Ini sangat hebat, pertanian dikelola dengan baik dengan teknologi yang baik," katanya. Dikatakannya, selama ini dirinya banyak melihat pengelolan pertanian yang sangat baik di beberapa negara. Seperti halnya di Jepang, Maroko dan lainnya. Namun pengelolaan pertanian di Rusia berbeda jauh dengan negara negara tersebut. Terutama dari sisi penerapan tekhnologi pertaniannya yang cukup mumpuni. "Jepang dan Maroko bagus, tapi masih kalah dengan Rusia ini," katanya. Oleh karena itulah, Aher berencana untuk mengadopsi pengelolaan pertanian dari Rusia dan menerapkanya di Jawa Barat. "Mungkin nanti kita akan kirim orang untuk belajar di Rusia, apa itu tiga bulan atau satu tahun. Kita ingin pertanian di Jawa Barat bisa berkembang dengan baik," katanya sesuai rilis yang diterima FOKUSJabar. (Agung/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA