Kaya Manfaat Saatnya Dukung Pelestarian Bambu

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Menteri Lingkungan Hidup, Baltashar Kambuaya berharap bambu dapat ditanam di wilayah rawan bencana karena dapat mencegah longsor. Selain itu bambu pun mempunyai fungsi lingkungan yang sangat signifikan dalam menjaga sistem hidrol

Kaya Manfaat Saatnya Dukung Pelestarian Bambu

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM : Menteri Lingkungan Hidup, Baltashar Kambuaya berharap bambu dapat ditanam di wilayah rawan bencana karena dapat mencegah longsor. Selain itu bambu pun mempunyai fungsi lingkungan yang sangat signifikan dalam menjaga sistem hidrologis sebagai peningkat tanah dan air. Tidak hanya itu bambu juga dapat melepas oksigen 35% lebih banyak dari pada tanaman kayu. [caption id="attachment_5026" align="aligncenter" width="460"] Menteri Lingkungan Hidup, Baltashar Kambuaya (Foto: dakta.com)[/caption] "Saat ini setidaknya ada 22 juta Ha lahan bambu di dunia yang dapat menyerap 727 teragram karbon. Namun belum maksimal, terlebih terhadap wilayah-wilayah rawan bencana alam yang masih minim akan tanaman bambu,” kata Baltashar saat ditemui usai menghadiri 'Gerakan Masyarakat Bambu Pertiwi' di Saung Angklung Udjo Jalan Padasuka Kota Bandung, Senin (26/11). Melihat manfaat yang besar, menteri yang putra Papua ini mengajak masyarakat untuk melestarikan bambu, selain bernilai ekonomis juga dapat dibuat berbagai alat kesenian serta kerajinan tangan. Maka nilai guna yang tinggi dari bambu bisa dimanfaatkan secara maksimal dan pemerintah akan mendorong dari berbagai sektor. "Bambu mempunyai kemampuan menyerap karbon dioksida hingga 62 ton per tahun per satu hektar tanaman bambu. Selain itu tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah-daerah lereng, sehingga mampu mengurangi erosi, sedimentasu dan longsor," ujarnya Baltashar menambahkan upaya terpadu terhadap tananaman bambu dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat peduli lingkungan perlu lebih lebih digalakkan. Hal itu diperlukan agar mereka lebih peduli akan pelestarian, pemanfaatan, hingga pengembangan industri bambu. (M Jatnika Sadili)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA