Karena Utang, Nyawa Pasutri di Bandung Melayang

Pembunuhan pasangan suami istri Didi Harsoadi dan Anita Anggraeny berawal dari keterkaitan utang piutang. Dari keterangan pelaku, kejadian berawal saat Raga dan W (buron) menjadi rekan bisnis pada tahun 2010 silam. Selang dua tahun, W berutang kepada Rag

Karena Utang, Nyawa Pasutri di Bandung Melayang

Oleh: Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pembunuhan pasangan suami istri Didi Harsoadi dan Anita Anggraeny berawal dari keterkaitan utang piutang. Dari keterangan pelaku, kejadian berawal saat Raga dan W (buron) menjadi rekan bisnis pada tahun 2010 silam. Selang dua tahun, W berutang kepada Raga Rp130 juta dan belum dibayar hingga sekarang. Memasuki akhir bulan Maret 2014, atau dua pekan sebelum kejadian, karena Raga pun berhutang kepada seseorang, dan sudah ditagih debt collector. Alhasil, Raga pun menagih uang miliknya kepada W. Saat itu W tidak memiliki uang. "W pun mengetahui kalau uang yang dipinjamkan Raga adalah untuk membeli rumah milik korban (Didi)," terang Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (17/4/2014). Demi mendapat dana cepat, W berinisiatif untuk membunuh pemilik rumah dengan maksud mengambil sertifikat rumah korban dan menggadaikannya. Pembunuhanpun direncakan dengan melibatkan Teuku (debt collctor). Teuku bertugas mencari orang untuk menghabisi korban, hingga akhirnya Teuku menemukan dua penjagal, Udin dan Dedi. "Rencana Eksekusi semula akan dilakukan pada 8 April, namun urung dilakukan. Hingga akhirnya pada 10 April sekitar pukul 08.00 WIB para pelaku berkumpul di hotel di kawasan Cijagra. Dirasa sudah aman, eksekutor pun melaksanakan tugasnya," terang Mashudi. Sebelum eksekusi, sekitar pukul 11.00 WIB, Raga mendatangi rumah korban, disusul Teuku, Dedi dan Udin yang menyaru sebagai petugas bank. Setelah situasi memungkinkan, dua eksekutor masuk dan menghabisi pasangan suami istri Didi dan Anita di lantai dua rumah itu. "Korban ditusuk secara bergiliran, dan sempat distrum. Usai beraksi, pelaku langsung membungkus mayat dengan sprei. Mobil korban dan sejumlah barang berharga lainnya pun ikut dibawa bersama mayat korban dan dibuang di lokasi yang direncakan (Pandeglang, Banten)," tukasnya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA