Kampanye Dampak Kerusakan Lingkungan Melalui Lomba Video Feature

Kerusakan lingkungan menjadi hal yang menakutkan bagi setiap insan di bumi ini. Namun ironisnya, budaya acuh pada lingkungan tetap saja mengendap, juga di hati setiap insan di bumi ini. Membuang sampah sembarangan, pencemaran lingkungan karena limbah in

Kampanye Dampak Kerusakan Lingkungan Melalui Lomba Video Feature

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Kerusakan lingkungan menjadi hal yang menakutkan bagi setiap insan di bumi ini. Namun ironisnya, budaya acuh pada lingkungan tetap saja mengendap, juga di hati setiap insan di bumi ini. Membuang sampah sembarangan, pencemaran lingkungan karena limbah industri yang dibuang ke sungai, penambangan illegal tiada henti, hingga pembangunan tanpa memperhatikan tata ruang, tetap terjadi disaat permukaan bumi ini semakin ‘borok’. Bila seorang psikolog Frater M.A.W. Brower mengatakan, "Tuhan menciptakan bumi Pasundan ketika sedang tersenyum". Akankah sekarang Tuhan masih tersenyum melihat bumi Pasundan ‘modern’ saat ini? Keresahan inilah yang diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat membuka Acara Puncak Penyelenggaraan Lomba Video Feature, dengan tema ‘Dampak Kerusakan Lingkungan Terhadap Perekonomian Masyarakat Jawa Barat.’ "Jadi mengenai lingkungan hidup ini memang sangat penting. Mengingat pada saat ini memang terjadi berbagai kerusakan lingkungan di Jawa Barat," kata Wagub, di Park Hotel, jalan P. H. H Mustofa, Kota  Bandung, Sabtu (5/12/2015). Di bumi Pasundan dewasa ini, kerusakan lingkungan memang menjadi konsekuensi logis dari perkembangan dan pertumbuhan cepat manusia di berbagai bidang. Karena itulah kelangsungan kelestarian lingkungan tak jarang terabaikan. Keadaan seperti ini, bila dibiarkan tanpa adanya antisipasi akan mempengaruhi kualitas hidup manusia yang sedang berkembang itu sendiri. Maka, bekerjasama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Humas Protokol, dan Umum, mencoba menggali berbagai kerusakan lingkungan di Jawa Barat, dalam bentuk reportase Audio Visual dengan mengadakan Lomba Video Feature tersebut. Dari video yang terkumpul, dapat dilakukan assesmen mengenai berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di Jawa Barat. Disisi lain, dengan sistem kompetisi ini juga, diharap dapat menggali potensi sekaligus melatih kepekaan jurnalis televisi, sekaligus masyarakat pada umumnya untuk peduli. Kemudian secara aktif  berkehendak untuk turun langsung menjadi pemerhati lingkungan. Maka dari itu, Wagub Jabar Deddy Mizwar pun berharap kegiatan ini untuk dikembangkan lebih luas lagi. Agar tak hanya jurnalis televisi, berbagai lapisan masyarakat pun dapat turut serta tertarik untuk menjadi pemerhati lingkungan. “Saya pikir ini harus dikembangkan lebih jauh, lebih luas pada masyarakat. Apalagi dengan tema-tema seperti ini, tentang lingkungan hidup. Sebab kita harus juga menggerakan partisipasi masyarakat dalam mencegah kerusakan lingkungan di Jawa Barat ini. Dengan adanya gerakan ini pula, akan lebih bagus lagi apabila muncul komunitas-komunitas peduli lingkungan. Termasuk juga masyarakatnya yang juga bisa langsung mencegah kerusakan tadi,” kata Wagub. Sementara Kepala Biro Humas, Protokol, dan Umum R. Ruddy Gandakusumah mengatakan, target kegiatan ini adalah terorganisirnya produk audio visual mengenai kerusakan lingkungan, yang dapat dijadikan media advokasi sekaligus memberikan edukasi, dan inspirasi tentang kondisi lingkungan hidup di Jawa Barat. Sejalan dengan Wagub, dirinya pun berharap Lomba video feature tentang lingkungan ini pun, dapat menjadi ajakan kepada masyarakat dan para jurnalis, untuk dapat menyikapi kondisi lingkungan Jawa Barat saat ini. “Jurnalis dan masyarakat umum diharapkan bisa menyikapi kondisi lingkungan dengan lebih baik dan bisa menjadi agen perubahan ataupun perbaikan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan," terang Ruddy. Rangkaian kegiatan pun telah dilaksanakan mulai 17 September 2015, hingga puncak pengumuman pemenang pada 5 Desember 2015. Setelah melakukan proses seleksi, terjaringlah sebanyak 35 peserta yang terdiri dari 29 peserta kategori jurnalis, dan 6 peserta untuk kategori umum. Panitia menunjuk dewan juri yang kompeten dalam penilaiannya, yaitu Imam Wahyudi dari Dewan Pers, Jamalul Insan Sekjen IJTI pusat, serta Hendrata Yudha dari kepala bidang kompetensi IJTI pusat. Akhirnya, dengan penilaian yang ketat, pada kategori umum, munculah Juara pertama yang diraih oleh Ryandi Zahdomo dan M. Ruji dengan karya berjudul “Mugo R-Team” berhak mendapat Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 5 juta rupiah, disusul oleh Riyan Purnama dari Kabupaten CIamis yang mengangkat video “Ciptakan Hutan, Wujudkan Kehidupan”,  dan berhak atas Piala Gubernur Jawa Barat dan uang 3 juta rupiah, sedangkan untuk pemenang ketiga adalah Hanif M. Luthfi dengan video berjudul “Garut Marut”, berhak atas Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 2 juta rupiah.  Sementara untuk juara harapan diraih oleh Hendrik Muktamar dengan judul “Kerusakan Lahan Akibat Limbah”, dan mendapatkan Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 1 juta rupiah. Persaingan pun terjadi di kategori jurnalis, hingga pada akhirnya dewan juri memilih Dicky Nawazaki dari Tempo TV dengan video berjudul “Agitasi Bara Rimba” sebagai pemenang pertama, yang berhak mendapatkan Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 5 juta rupiah. disusul oleh Muhammmad Syahri Romdhon dari  Kompas TV Cirebon sebagai juara kedua dengan video berjudul “Terbunuh Limbah Batu Alam”, berhak atas hadiah Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 3 juta rupiah. Sedangkan pemenang  ketiga berhasil direbut oleh Azzi Fardiansyah dari Kompas TV Bandung dengan video berjudul “Hutan Beton”, dan berhak menerima Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 2 juta rupiah. Juara harapan diraih oleh Azzi Muadzidin dari Radar tV Tasikmalaya judul “Alamku Rusak demi Batu Akik”, dan menerima Piala Gubernur Jawa Barat dan uang tunai 1 juta rupiah. Hadiah dan piala diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy MIzwar, di Park Hotel, Bandung. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA