Jeroan Impor Kurang Diminati Pedagang

Pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Cimahi menolak kebijakan pemerintah yang bakal mengimpor jeroan sapi, walaupun belum terealisasi. Menurut salah satu pedagang daging sapi di Pasar Atas Cimahi Jalan Kolonel Masturi, Ade (45), pem

Jeroan Impor Kurang Diminati Pedagang

CIMAHI, FOKUSJabar.com :  Pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Cimahi menolak kebijakan pemerintah yang bakal mengimpor jeroan sapi, walaupun belum terealisasi. Menurut salah satu pedagang daging sapi di Pasar Atas Cimahi Jalan Kolonel Masturi, Ade (45), pemerintah tidak perlu mengimpor jeroan sapi. Sebab akan mubazir, terlebih permintaan jeroan lokal juga tidak terlalu banyak. "Makanya kami lebih memilih menjual jeroan sapi lokal dari pada impor," ujar dia Dia mengaku, jeroan sapi yang dijualnya berasal dari rumah potong hewan daerah Cisarua dan sekitarnya. Untuk membeli jeroan, para pembeli akan diterangkan lebih dulu oleh penjual. Agar mengetahui impor atau lokanya jeroan tersebut. "Hal itu dilakukan supaya jelas, agar mereka tahu jeroan impor dan lokal baru beli," katanya. Selain harganya yang relatif stabil, jeroan sapi impor bakal menginjak harga jeroan sapi lokal. Permintaan jeroan lokal juga tidak begitu banyak. Harga jeroan sapi berkisar Rp 80 ribu/kg untuk hati dan babat sapi, sedangkan harga usus sapi berkisar Rp 60 ribu/kg. "Harga daging sapi juga sudah mulai turun, sekarang Rp115 ribu/kg. Jadi, tidak perlu impor jeroan kalau mau turunkan harga daging," ungkapnya. Dia menambahkan, dari segi kualitas jeroan sapi lokal lebih baik daripada impor. Karena jeroan sapi impor tidak tahan lama. "Yang impor harus sekali habis, kalau tidak berubah warna dan terkesan tidak segar, kita juga tidak yakin dari sananya sudah hasil sembelih kapan, kan datangnya dalam bentuk beku. Takutnya tidak sehat," ucapnya. Selama ini mayoritas masyarakat memilih daging sapi segar. Sebab kualitas daging lebih terjamin dibanding daging sapi impor yang dibekukan. "Masyarakat juga sudah tahu. Kalau sudah dibekukan rata-rata tidak mau beli. Jadi saat jualan kami tidak menjual jeroan impor," pungkasnya. (Gatot Poedji Utomo/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA