Jempol! BPLH Bandung Cepat Tanggap, Lakukan Pengecekan Sumber Asap Taman Ganesha

Kepulan asap yang keluar di taman Ganesha ITB beberapa waktu lalu yang diduga berasal dari kosletnya kabel tanah, namun memaksa petugas BPLH Kota Bandung mendatangi lokasi untuk melakukan cek guna mengantisipasi adanya gas berbahaya yang ditimbulkan da

Jempol! BPLH Bandung Cepat Tanggap, Lakukan Pengecekan Sumber Asap Taman Ganesha

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepulan asap yang keluar di taman Ganesha ITB beberapa waktu lalu yang diduga berasal dari kosletnya kabel tanah, namun  memaksa petugas BPLH Kota Bandung mendatangi lokasi untuk melakukan cek guna mengantisipasi adanya gas berbahaya yang ditimbulkan dari adanya asap tersebut. [caption id="attachment_27454" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi(Foto web)[/caption]   "Kita lakukan pengukuran di lokasi keluarnya asap dengan alat gas detektor dan multi tester untuk mengecek, khawatir ada gas yang mudah meledak dan beracun," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Lingkungan BPLH (Badan Pengelola Lingkungan Hidup) Kota Bandung, Ayu Sukenjah di lokasi, Jalan Gahnesa, Minggu (17/2) malam Dari hasil deteksi sementara pihak BPLH belum adanya indikasi gas berbahaya di lokasi tersebut, namun demikian pihaknya akan melakukan uji lab untuk mengetahui penyebab adanya kepulan asap tersebut. "Gas yang kita hawatirkan belum terdeteksi, tapi mungkin besok kita akan coba bawa sempel tanah dan air untuk diuji lab, karena jika dilihat dari temperatur panas yang ditimbulkan lebih tinggi dari udara sekitar, panas di titik asap sekitar 32 - 35 C di atas rata-rata," jelasnya. Dilakukannya pemeriksaan pada malam hari karena informasi yang didapat pada malam hari kepulan asap lebih pekat bahkan hingga membuat genangan air di dalam kubangan mendidih, namun dalam pengecekan tadi tidak diketemukan. "Kita lakukan pengecekan malam, karena menurut sumber katanya pada malam hari asapnya lebih pekat. Siang saya sudah cek ke sini memang asapnya relatif tidak terlihat dan tidak mengeluarkan bau," jelasnya. Menurut Ayu, beberapa gas berbahaya sejenis Co (Karbondioksida) memang tidak mengeluarkan bau, berbeda dengan gas Metan atau H2S (Belerang), yang rata-rata keluar akibat fermentasi atau pembusukan sampah, seperti halnya yang terjadi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Lewigajah beberapa waktu lalu saat meledak akibat gas metan. Terkait adanya pernyataan dari Staf Humas ITB bahwa kepulan asap akibat kosleting sampai saat ini belum bisa dipastikan, namun hal itu sedikit diragukannya, melihat lampu-lampu taman yang masih tetap menyala jika terjadi kosleting. "Saya belum bisa pastikan, ini harus kita koordinasikan dengan pihak ITB, namun kita antisipasi terlebih dahulu, hawatir munculnya gas berbahaya dan beracun, dan kalau kosleting lampu masih nyala," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA