Jelang Natal dan Pergantian Tahun, Obyek Wisata Milik Pemkab Bandung Barat Lesu

Destinasi wisatawan di tiga objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bandung Barat lesu. Kondisi ini terbalik dengan objek wisata di Lembang yang rata rata dikelola swasta, liburan akhir pekan dan liburan panjang ribuan wisatawan selalu ramai berd

Jelang Natal dan Pergantian Tahun, Obyek Wisata Milik Pemkab Bandung Barat Lesu

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Destinasi wisatawan di tiga objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bandung Barat lesu. Kondisi ini terbalik dengan objek wisata di Lembang yang rata-rata dikelola swasta, liburan akhir pekan dan liburan panjang ribuan wisatawan selalu ramai berdesakan. Ketiga objek wisata tersebut, Situ Ciburuy di Kecamatan Padalarang, Guha Pawon di Kecamatan Cipatat, dan Curug Malela di Kecamatan Rongga. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab sama sekali tidak menargetkan perolehan pendapatan asli daerah dari kunjungan wisata di ketiga objek wisata itu. “ Tidak ada target selama liburan ini sebab PAD setiap tahun pun kecil. Saat liburan, memang ada peningkatan pengunjung tetapi tidak signifikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB Rakhmat Syafei, Kamis (22/12/2016). Seperti diketahui, Situ Ciburuy hanya menyumbang Rp 28 juta per tahun, sedangkan Curug Malela dan Guha Pawon masing-masing hanya Rp 5 juta per tahun menyumbang PAD. Satu-satunya objek wisata yang menyumbang PAD terbesar hingga Rp 200 juta per tahun, yaitu Maribaya Hot Spring and Resort. Itu pun setelah dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yakni PT Akurasi Kuat Mega. Menurut Rakhmat, pengembangan ketiga objek wisata tersebut sulit dilakukan lantaran sebagian lahannya milik masyarakat. Selain itu, lanjut dia, pengembangan objek wisata tidak harus selalu diukur dengan PAD. “Kalau melihat PAD memang kecil, tapi kami upayakan objek wisata ini memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung di berbagai sektor. Tentunya, hal itu harus bekerja sama dengan dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan dan UMKM,” katanya. Ke depan, Rakhmat menuturkan, dirinya akan berupaya mengembangkan objek wisata lainnya yang kini belum digarap secara resmi oleh pemerintah daerah. Misalnya, Curug Sawer di Cililin dan danau di Cikalongwetan. “Ada beberapa objek wisata yang berpotensi dikembangkan namun itu belum resmi. Makanya, kami upayakan agar objek-objek wisata itu diresmikan Pemda,” tuturnya. Sementara itu, lonjakan pengunjung saat liburan kerap mendongkrak okupansi hotel, terutama di wilayah Lembang. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia KBB melaporkan, menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tingkat reservasi hotel-hotel di Lembang sudah mencapai 70%. Sekretaris PHRI KBB Benny Suryana mengungkapkan, dirinya optimistis pada H-7 malam tahun baru akan meningkat hingga 80 %. Diungkapkan dia, PHRI juga terus mengingatkan pemilik hotel untuk gencar melakukan promosi serta memberikan informasi kepada para tamu hotel. "Mungkin saat ini banyak tamu hotel yang masih tanya-tanya soal harga penginapan dan fasilitas lainnya. Tapi, saya optimistis akhir pekan Desember ini tingkat hunian bakal tinggi," ujarnya (Tri/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA