Ini Pemicu Mengapa Terjadi Pembunuhan Pasutri di Batu Indah Bandung

Tim gabungan Jatanras Polda Jabar dan Reskrim Polrestabes Bandung sukses mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Didi Harsoadi dan Anita Anggraini. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi menerangkan, pembunuhan berencana itu bermot

Ini Pemicu Mengapa Terjadi Pembunuhan Pasutri di Batu Indah Bandung

Oleh: Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tim gabungan Jatanras Polda Jabar dan Reskrim Polrestabes Bandung sukses mengungkap kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Didi Harsoadi dan Anita Anggraini. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi menerangkan, pembunuhan berencana itu bermotif utang piutang. Dan otak pelakunya, adalah Raga Mulya (25). Korban, Didi Harsoadi konon punya utang kepada ayahnya Raga. Empat pelaku sudah ditangkap, satu buron. Polisi meringkus Raga Mulya (25) sebagai otak pelaku, Teuku Samsul (44) berperan perekrut eksekutor, Saimudin alias Udin Botak (42) dan Dedi Murdani alias Epong (28) eksekutor. Kini polisi memburu Weda. Raga dan Weda merupakan rekan bisnis jual beli handphone. Pada 2012 hingga kini, Weda memiliki utang kepada Raga  Rp 130 juta. Tak hanya itu, rupanya Weda juga dikejar Teuku, seorang debt collector, lantaran terbelit utang dengan pihak lain. "Awalnya R menagih utang kepada W (buron). W mengetahui kalau W hendak membeli rumah milik korban secara KPR ke bank. W memberikan solusi untuk mendapatkan uang secara cepat dengan menggadaikan sertifikat rumah milik korban untuk mendapatkan uang lebih besar. Tapi rumah itu harus dikosongkan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi, Jum'at (18/4/2014). Singkat cerita, Raga dan Weda merencanakan pembunuhan terhadap Didi dan Anita. Weda lalu menghubungi Teuku untuk bertemu di Jakarta. "Tersangka T merekrut dua eksekutor yaitu S alias U dan De alias E," kata Mashudi didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Nugroho Arianto. Sebelum membunuh, Weda menyerahkan uang operasional Rp 3 juta kepada Teuku yang selanjutnya sebagian uang itu dipakai membeli alat pembunuhan berupa pisau dapur, belati, dan alat kejut. "Eksekutor itu dijanjikan imbalan uang masing-masing 50 juta rupiah," ucap Mashudi. Kamis (10/4) pagi, para pelaku berkumpul di kamar nomor 17, Hotel Pondok Kurnia, Jalan Cijagra, Bandung, untuk mematangkan skenario pembunuhan. Di hari yang sama atau siang hari pukul 11.00 WIB, kelima pelaku langsung meluncur ke rumah korban menggunakan mobil Avanza Veloz putih nopol D 1207 MNI milik Raga. "R sudah mengetahui kalau rumah sasarannya itu hanya ditinggali sepasang suami istri," ujar Mashudi. Hingga akhirnya Senin siang itu atau pukul 12.30 WIB, nyawa Didi dan Anita dibantai Udin Botak dan Epong. Mobil Nissan Grand Livina milik korban dibawa kabur pelaku. "Pelaku membuang mayat korban di Pandeglang (Banten)," ucap Mashudi. Raga menyebut kalau kedua korban selama ini mempunyai utang. Namun utang itu berurusan dengan ayah Raga. Pria berambut pendek ini enggan berkomentar soal nominal utang tersebut. "Utang piutang itu masalah pribadi. Enggak bisa dijelaskan. Maaf ya. Tapi, kalau yang punya ide (membunuh) itu Weda," ucap Raga.(wdj)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA