Ini Partisipasi Hak Politik Orang-orang di Belakang Jeruji Besi

Pukul 07.45 WIB, ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin bergemuruh saat petugas membuka empat pintu blok tahanan. Puluhan petugas pun langsung berjaga pagi itu. caption id attachment 76659 align aligncenter width 460 (Fo

Ini Partisipasi Hak Politik Orang-orang di Belakang Jeruji Besi

Oleh: Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pukul 07.45 WIB, ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin bergemuruh saat petugas membuka empat pintu blok tahanan. Puluhan petugas pun langsung berjaga pagi itu. [caption id="attachment_76659" align="aligncenter" width="460"] (Foto: Dendi Ramdhani)[/caption] Para warga binaan ini tampak serius berdiskusi soal politik. Ada yang berbeda dengan kegiatan hari ini, para narapidana langsung membuat antrean di aula Lapas. Mereka mengantre untuk turut ambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa dengan mengikuti pencoblosan suara Pemilu Legislatif. Di aula tersebut, terpampang kertas putih dengan tulisan TPS 49. Para petugas TPS mulai sibuk dengan tumpukan kertas nama Daftar Pemilih Tetap (DPT). Satu per satu para warga binaan ini dipanggil. Mereka tampak antusias mengikuti hajat lima tahunan tersebut. "Di sini ada 434 DPT, mereka sangat antusias. Kita dijaga dua anggota polisi berseragam dan berpakaian preman," kata Kepala Pembinaan Lapas Sukamiskin Ahmad Hardi. Dengan mayoritas warga binaan kasus korupsi, sambung Ahmad, di Lapas Sukamiskin jarang ada yang Golput. "Di sini kan kebanyakan orang politik, pasti informasi soal politik cepat nyampai, meski aturannya tidak boleh ada kampanye," papar Ahmad. Mantan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin berkomentar soal kegiatan ini. Menurutnya, pemimpin sekarang harus menjunjung tinggi nilai pancasila dan UUD 45. "Lapas ini ngasih kebebasan sarana dan prasarana sesuai undang-undang. Dan tidak ada sedikit pun intervensi dari petugas lapas," ujarnya. Lapas Sukamiskin merupakan salah satu lapas yang dihuni nama-nama beken yang sempat berkiprah di dunia politik. Seperti, Nazarudin, Gayus Tambunan, dan mantan Walikota Bandung Dada Rosada.(ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA