Ini Isu Strategis yang Harus Diselesaikan Kota Bandung Kedepan

Menginjak usia 102 tahun, Kota Bandung terus mengalami perkembangan, baik sejak pemimpin terdahulu hingga pemimpin sekarang. Ditinjau dari perkembangan dan permasalahan Kota Bandung, DPRD Kota Bandung melihat beberapa isu strategis yang masih harus disel

Ini Isu Strategis yang Harus Diselesaikan Kota Bandung Kedepan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Menginjak usia 102 tahun, Kota Bandung terus mengalami perkembangan, baik sejak pemimpin terdahulu hingga pemimpin sekarang. Ditinjau dari perkembangan dan permasalahan Kota Bandung, DPRD Kota Bandung melihat beberapa isu strategis yang masih harus diselesaikan pemerintahan saat ini. Ketua DPRD Kota Bandung, Isa Subagja menuturkan, jumlah penduduk Kota Bandung saat ini telah melampaui daya dukung sehingga dibutuhkan penyediaan ruang dan infrastruktur. Tingginya tingkat kegiatan di Kota Bandung mengakibatkan bertambahnya luas lahan terbangun dan produksi polusi. "Sebaran kegiatan fungsional tidak sesuai dengan fungsi jaringan jalan sehingga terjadi percampuran antara kegiatan primer dan sekunder. Dengan proyeksi penduduk yang akan terus meningkat, maka kebutuhan pusat pelayanan dan sub pusat pelayanan kota akan bertambah," kata Isa usai ‎Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Bandung ke-207 di gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Senin (25/9/2017). Isu strategis lain yang akan muncul, yakni bagaimana mengintegrasikan sistem pelayanan kota, sebaran kegiatan fungsional dan sistem jaringan pergerakan untuk menciptakan struktur ruang kota yang efektif dan efisien dalam melayani kebutuhan penduduk. Persoalan pola ruang yang terjadi saat ini yakni masih rendahnya proporsi ruang terbuka hijau kota, tingginya alih fungsi lahan, masih terdapatnya lingkungan perumahan yang kumuh. "Dengan tingkat kebutuhan perumahan yang semakin meningkat, maka akan mendesak bangunan dan kawasan bernilai sejarah atau yang merupakan pusaka kota oleh bangunan baru yang lebih memiliki nilai ekonomis tinggi. Ketersediaan fasilitas sosial ekonomi pun belum mencukupi dan terbatasnya fasilitas kebudayaan," terangnya Kinerja sistem transportasi di Kota Bandung pun menjadi sorotan legislatif. Isa menilai jika sistem transportasi di Kota Bandung belum optimal dan berkelaniutan. Misalnya tingkat pelayanan jalan yang belum memadai, karena terjadinya pengurangan ruang efektif jalan, pelayanan angkutan umum massal yang belum optimal, tingkat aksesibilitas penduduk pada sarana dan prasarana transportasi massal relatif kurang memadai, hingga keberadaan simpul terminal yang belum berfungsi sebagai pengumpan untuk jaringan jalan raya. Permasalahan pun terjadi pada sistem prasarana distribusi jaringan listrik, pembangunan atau penambahan jaringan listrik di Kota Bandung mengikuti perkembangan guna lahan bukan sebaliknya. Ketidakteraturan dalam penyebaran jaringan menyebabkan kesemerawutan bentangan kabel yang menghiasi wajah kota seperti yang terlihat saat ini. Lalu permasalahan yang berkaitan dengan jaringan telekomunikasi. Masih maraknya perkembangan teknologi telepon selular yang harus diimbangi dengan keberadaan tower menara operator, justru pengaturan towernya tidak tepat. Hal ini pun dapat mengganggu estetika ruang kota, hingga bisa menimbulkan dampak sosial lainnya bagi masyarakat di sekitarnya. "Dan isu strategis lainnya, yakni sistem drainase yang belum optimal pada ruas jalan sehingga mengakibatkan beberapa daerah rawan banjir dan genangan. Selain itu banjir pun disebabkan oleh pendangkalan drainase dan banjir kiriman sebagai akibat pengalihfungsian lahan di daerah Bandung Utara," tegasnya. (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA