HUT ke 71 TNI Jadi Momentum Penguatan Netralitas dalam Politik

Hari Ulang Tahun (HUT) ke 71 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum internalisasi jajaran elit dan tingkat bawah prajurit agar tetap memperkuat netralitas dan profesionalitas. Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajar

HUT ke 71 TNI Jadi Momentum Penguatan Netralitas dalam Politik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum internalisasi jajaran elit dan tingkat bawah prajurit agar tetap memperkuat netralitas dan profesionalitas. Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi menjelaskan, netralitas dan profesionalitas para TNI harus dibenahi dipertaruhkan dengan adanya figur Agus Yudhoyono mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Agus Yudhoyono merupakan putra mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Agus pernah menjadi Komando Resimen Korps Taruna Akmil pada 1999 dan mantan Pasiops Yonif Linud 305/Tengkorak. "Fenomena Agus Yudhoyono maju dalam Pilgub DKI Jakarta, harus dicermati untuk memastikan personel TNI tetap netral dalam pesta demokrasi," kata Muradi di Bandung, Rabu (5/10/2016). Menurutnya, jiwa korsa dalam militer sangatlah kuat ditambah dengan sosok Agus yang menjadi magnet di institusi TNI meski secara resmi mengundurkan diri dari keanggotaannya. "Keberadaan calon berlatar belakang militer mengindikasikan akan tetap memanfaatkan jaringan TNI baik secara langsung maupun lintas angkatan," ungkapnya. Muradi mengatakan, jika netralitas TNI dalam Pilgub DKI Jakarta terjadi, hal tersebut menjadi ketimpangan bagi institusi karena mencederai pesta demokrasi. "Akan membuat pelaksanaan pesta demokrasi tidak berjalan dengan baik karena ada intervensi dan ketidak netralan TNI," terangnya. (Adi/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA