FSPMI Tuntut Pemkot Cimahi Naikan UMK 2017 Sebesar 20 Persen

Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menuntut Pemerintah Kota Cimahi merekomendasikan nilai kenaikan UMK tahun 2017 sebesar 20 persen kepada Gubernur Jawa Barat. Para buruh ini melakukan aksinya di depan Kantor Wal

FSPMI Tuntut Pemkot Cimahi Naikan UMK 2017 Sebesar 20 Persen

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menuntut Pemerintah Kota Cimahi merekomendasikan nilai kenaikan UMK tahun 2017 sebesar 20 persen kepada Gubernur Jawa Barat. Para buruh ini melakukan aksinya di depan Kantor Wali Kota Cimahi, Jalan Demang Hardja Kusumah, Rabu (16/11/2016). Ketua konsulat FSPMI Cabang Kota Cimahi, Asep Supriatna mengatakan, jika menggunakan PP 78, maka kenaikan upah di tahun 2017 hanya sebesar 8.52 persen (inflasi 3.07 persen ditambah LPE 5.18 persen) atau senilai Rp. 187.746. Pihaknya menilai, kenaikan upah tersebut masih sangat jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok yang berlaku. "Tuntutan kami, Pemkot membuat rekomendasi kepada Pemprov Jabar sebesar Rp650 ribu atau 20 persen dari upah 2016," ujarnya usai melakukan audiensi di ruang rapat komplek perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardja Kusumah, Rabu (16/11/2016). Dirinya optimistis tuntutannya bisa diwujudkan, jika Pemerintah Kota punya komitmen untuk menyejahterakan buruh. "Contohnya, Gubernur Aceh pun menandatangani persetujuan tuntutan buruh pada 27 Oktober 2016 tentang kenaikan UMK sebesar 20 persen. Begitu pula dengan sikap Wali Kota Cilegon yang berani merekomendasikan 20 persen kepada Gubernur. Daerah lain juga bisa, ini Pemerintah Kota Cimahi bagaimana? Seharusnya bisa," ungkapnya. (Gatot Poedji Utomo/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA