Fenomena Percerian PNS di Jawa Barat

Fenomena perceraian dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terjadi dengan variatif. Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Iip Hidajat menjelaskan, perizinan aparatu

Fenomena Percerian PNS di Jawa Barat

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Fenomena perceraian dikalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terjadi dengan variatif. Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat Iip Hidajat menjelaskan, perizinan aparatur Negara yang mengajukan permohonan cerai tetap diberlakukan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010 tentang disiplin PNS. "Saat ini, PNS dengan kelahiran 1951 itu, mau cerai, padahal udah mau pensiun. Tercatat saat ini, ada surat izin perceraian sebanyak 25, surat keterangan untuk melakukan perceraian 9 orang," Ungkap Iip di Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat Jalan Ternate Bandung, Senin (4/1/2015). Iip menuturkan, penerbitan surat izin melaksanakan perceraian tidak dilakukan secara gegabah. Investigasi ke lapangan khususnya ke dua belah pihak yang ingin bercerai juga diberlakukan. "Kami tidak mau gegabah, kami verifikasi ke lapangan. Ada kejadian si pemohon membuat izin tandangan palsu dan yang paling banyak mengajukan itu laki laki," tambahnya. Selain itu, lanjut Iip, keterangan internal keluarga seperti saudara antar suami istri, anak dengan batasan kategori Sekolah Menngah Atas (SMA) dan Mahasiswa juga diperlukan. "Saya juga panggil anaknya, karena ngomongnya terbuka. Dominan permasalahan itu KDRT dan Pria Idaman Lain (PIL) dan Wanita Idaman Lain (WIL)," ungkapnya. (Adi/Glh)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA