Eksekutor Berbandrol Rp50 Juta Berakhir di Penjara

Berharap mendapat fulus (uang) puluhan juta, nasib juru parkir di Monas Jakarta Saimudin alias Udin Botak (43) dan Dedi Murdani alias Epong (28) berakhir di prodeo Polrestabes Bandung. Udin dan Epong ada eksekutor atas dua mayat pasangan suami istri Didi

Eksekutor Berbandrol Rp50 Juta Berakhir di Penjara

Oleh: Dendi Ramdhani BANDUNG, FOKUSJabar.com:Berharap mendapat fulus (uang) puluhan juta, nasib juru parkir di Monas Jakarta Saimudin alias Udin Botak (43) dan Dedi Murdani alias Epong (28) berakhir di prodeo Polrestabes Bandung. Udin dan Epong ada eksekutor atas dua mayat pasangan suami istri Didi Harsoadi dan Anita Anggraeny yang ditemukan di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. Dua eksekutor asal Tanah Rencong itu diciduk tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar dan Polrestabes Bandung saat bertolak dari Pelabuhan di Lampung menuju Aceh. Polisi menyebut bahwa aksi sadis itu ditengarai keterkaitan utang piutang hingga para pelaku nekat menghabisi korbannya di kediamannya di Jalan Batu Indah Raya, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis (10/4/2014), sekitar pukul 12.30 WIB. Dua eksekutor ditemani pelaku lainnya, yakni Raga Mulya (25), Teuku Samsul (44) dan Weda (buron) yang sudah berada di rumah calon korban. Pembunuhan pasutri oleh eksekutor hanya memakan waktu lima menit saja menggunakan alat kejut, pisau dan belati yang telah disiapkan sang algojo. "Saya yang pertama memukul korban (Didi) dan menyetrum leher korban," aku Epong, Jumat (18/4/2014). Aksi jagal itu berlangsung di lantai dua rumah korban. Saat Didi terkapar di lantai. Kemudian eksekutor lainnya (Udin) menyambutnya dengan tusukan dan bergantian bersama Epong. Anita yang mendengar kegaduhan tersebut bergegas menuju sumber suara. Melihat ada Anita pelaku langsung membekap korban dan memukulnya hingga korban berontak. "Karena berontak saya langsung hantam pakai belati (sangkur)," kata Epong. Dua eksekutor itu berani menjagal korban demi Rp100 juta sebagai imbalan. Namun, nyawa terlanjur melayang dan uang yang dijanjikan tak kunjung datang. Otak pembunuhan urung memberikan imbalan itu karena tidak memiliki uang. "Ini baru pertama kali saya lakukan. Saya terpaksa karena butuh uang," katanya. Saat ini kedua eksekutor harus menikmati masa hidupnya di penjara. Keduanya diancam pasal berlapis 340, 338, dan Pasal 365 KUHPidana dengan kurungan seumur hidup.(LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA