Ekonomi Lemah, Perusahaan Banyak Lakukan PHK

Melemahnya ekonomi dengan menguatnya nilai mata uang dollar Amerika terhadap nilai rupiah, dipastikan akan berimbas pada dunia usaha. Perusahaan dipastikan akan melakukan pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut diungkap

Ekonomi Lemah, Perusahaan Banyak Lakukan PHK

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Melemahnya ekonomi dengan menguatnya nilai mata uang dollar Amerika terhadap nilai rupiah, dipastikan akan berimbas pada dunia usaha. Perusahaan dipastikan akan melakukan pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja. "Menurut prediksi saya, kemungkinan PHK besar-besaran akan terjadi sebelum kenaikan upah pada tahun 2016 mendatang," ujar Dedy kepada wartawan, Selasa (11/8/2015). Kondisi tersebut, diakui Dedy, sudah terjadi pada beberapa sektor usaha. Seperti di pertambangan, perkebunan dan otomotif. Untuk saat ini, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang melakukan PHK terbesar di wilayah Jabar. "Dari informasi yang saya peroleh, sudah ada sekitar 5000 karyawan yang di-PHK di wilayah Karawang. Dan sebagian besar berasal dari industri otomotif," terangnya. Meski demikian, lanjut Dedy, perusahaan yang melakukan pengurangan jam kerja karyawannya atau PHK tidak akan melakukan secara terang-terangan. Mereka akan memilih diam saat melakukan pengurangan jam kerja atau PHK. "Ini terkait dengan kepercayaan suplier dan bank kepada mereka. Karena kalau tahu ada pengurangan jam kerja atau PHK, kepercayaan mereka dipastikan berkurang. Untuk angka pasti berapa yang di-PHK, kemungkinan pada bulan depan. Untuk itu pemerintah harus secepatnya melakukan pembenahan ekonomi secepatnya," pungkasnya. (ang)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA