Eaa... Sanksi Mengancam Kadishub Bandung Jika Transportasi Masih Buruk

Oleh M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung Edi Siswadi mengaku siap memberi sanksi kepada Kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Bandung, jika dikemudian hari sarana dan prasarana transportasi masih buruk.

Eaa... Sanksi Mengancam Kadishub Bandung Jika Transportasi Masih Buruk

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJABAR.COM : Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung Edi Siswadi mengaku siap memberi sanksi kepada Kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Bandung, jika dikemudian hari sarana dan prasarana transportasi masih buruk. [caption id="attachment_6485" align="aligncenter" width="460"] Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi[/caption]   Ancaman itu muncul, menyusul telah dipenuhinya anggaran Dishub dengan kenaikan 100 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya. "Anggaran sudah dinaikan sekitar Rp71,7  miliyar dan belanja tak langsung atau gaji Rp22,84 miliyar. Kalau masih terulang kesalahan fatal, bisa ada sanksi," tegas Edi di Balai Kota Bandung, Kamis (3/1). Dengan angaran sebesar itu, Dishub  harus mulai memperbaiki pelayanan kinerja dan mulai menyediakan moda transportasi massal yang baik. " Pokoknya jangan sampai kejadian TMB (Trans Metro Bandung) kembali terulang," kata Edi mengingatkan. Lebih lanjut Edi menegaskan bahwa kepala Dishub harus mampu mengintegrasikan antara sistem tranportasi massal seperti TMB dan angkot, terlebih cakupan layanan angkot terhadap warga, baru 30 persen. "Pembangunan TMB ini kan sifatnya multiyears, dan dimungkinkan ada dana cadangan operasional jika berjalan sesuai fungsi. jadi jangan sampai terulang lagi masalah tender atau sisa pengelola gagal. Intinya harus dikaji ulang agar saling menguntungkan," jelasnya. Tidak hanya itu, guna perbaikan sistem transportasi massal di Kota Bandung, pihaknya akan melakukan penataan sistem tiket di koridor satu dan dua, dimana nantinya akan disediakan pula e-tiket (tiket elektronik). Edi berharap dengan e-tiket, pendapatan dari TMB bisa terpantau dengan mudah.  Terlebih selama ini dishub berkontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). "Kontribusi dishub itu besar, bahkan mencapai Rp24,6 miliyar, mulai dari retribusi parkir, uji kendaraan, terminal dan trayek angkutan. Tapi sebenarnya yang harus jadi prioritas dishub itu pelayanan," pungkasnya.(LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA