Dual Use of Technology, Inovasi Pemberantasan Kejahatan 'Cyber Attack'

Kriminalitas dengan modus cyber attack di Indonesia cukup tinggi. Karena itu, pola pertahanan Cyber Security Division saat ini terus digencarkan Pemerintah. Karena itu, salahsatunya PT Pindad selaku Persero yang bertanggung jawab dalam bidang pertahanan,

Dual Use of Technology, Inovasi Pemberantasan Kejahatan 'Cyber Attack'

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kriminalitas dengan modus cyber attack di Indonesia cukup tinggi. Karena itu, pola pertahanan Cyber Security Division saat ini terus digencarkan Pemerintah. Karena itu, salahsatunya PT Pindad selaku Persero yang bertanggung jawab dalam bidang pertahanan, bekerjasama dengan perusahaan peralatan pertahanan kelas dunia British Aerospace (BAE) Systems dari Inggris untuk mewujudkan komitmen 'Dual Use of Technology' dalam teknologi pertahanan yang dapat memproteksi kepentingan strategis Indonesia dari cyber attack. “Pindad perlu hadir di sektor cyber karena sektor ini merupakan kebutuhan penting di tanah air," ujar Direktur Utama Pindad Silmy Karim, Sabtu (19/9/2015). Pasalnya, Pihak berwajib belakangan ini melansir bahwa tingkat kejahatan di bidang cyber dan peretasan Perbankan cukup tinggi, disebabkan karena seiring maraknya pengguna internet di Indonesia mencapai 85 juta orang. Dibandingkan hal tersebut, kesadaran para pengguna untuk menggunakan piranti lunak dan gawai dengan memerhatikan tata kelola dan keamanan jaringan, saat ini tergolong rendah. Karena itu, adanya potensi tersebut mengharuskan Pindad mengoptimalkan peluang penggunaan Dual Use of Technology di bidang pertahanan untuk mendukung pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras cyber security. "Dalam melindungi aset dan ekonomi nasional dari ancaman cyber attack seperti perbankan atau aset strategis Nasional lainnya,” tukasnya. (Adi/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA