DPRD Jabar Dukung Kereta Cepat, Meski Tak Pernah Dilibatkan

Meski tak pernah diajak duduk bersama menjelaskan pembangunan Kereta Cepat Bandung Jakarta yang digagas pemerintah pusat, DPRD Jawa Barat akan mendukung pembangunan sepanjang persyaratan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Anggota DPRD Jawa Barat, Al

DPRD Jabar Dukung Kereta Cepat, Meski Tak Pernah Dilibatkan

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Meski tak pernah diajak duduk bersama menjelaskan pembangunan Kereta Cepat Bandung-Jakarta yang digagas pemerintah pusat, DPRD Jawa Barat akan mendukung pembangunan sepanjang persyaratan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Anggota DPRD Jawa Barat, Ali Hasan mengungkapkan, DPRD Jawa Barat belum pernah diberikan penjelasan tetang proyek ini. Selain itu dia juga menyesalkan jajaran Direksi PTPN VIII sebelumnya tidak mengajak DPRD Jawa Barat untuk meninjau lokasi yang akan dijadikan stasiun kereta cepat tersebut. "Tapi tidak apa-apa, kita jemput bola saja," ucapnya kepada wartawan di Padalarang, Jumat (12/2/2016) siang. Dia mengakui, saat ini sudah tidak mungkin menghentikan mega proyek ini lantaran dikerjakan oleh pemerintah pusat, kendati saat ini masih menjadi polemik atau pro-kontra di tingkat DPR RI namun dia juga akan mendukung kereta cepat ini selama transportasi massal tersebut ada manfaatnya bagi masyarakat. "Kenapa tidak kita dukung? Selama persyaratannya terpenuhi," tegasnya. Seperti diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung akan memiliki lintasan sepanjang 140,9 km. Anggaran untuk kereta cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China Railways dengan skema business to business. Konsorsium BUMN tersebut antara lain PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII berkolaborasi dengan konsorsium China yang mendirikan perusahaan patungan dengan nama PT KCIC. Kereta cepat ini menghubungkan empat stasiun antara Halim, Karawang, Walini (KBB), dan Tegalluar (tidak jauh dari kawasan Gedebage). Pengoperasian kereta cepat ini membutuhkan pasokan listrik sekitar 75-100 megawatt. Untuk itu, rencananya KCIC bekerjasama dengan PT PLN (Persero) dan direncanakan dalam jangka panjang akan membangun power plant sendiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat kereta beroperasi. (Tri/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA