DPRD Cimahi Soroti Pendirian Minimarket

Maraknya pendirian pasar modern di Kota Cimahi, disoroti DPRD Kota Cimahi. Hal itu dilihat dari dekatnya jarak antara mini market satu dan lainnya. Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi, Enil Fadahliza mengatakan, di dalam Perda telah diatur ada jarak tertent

DPRD Cimahi Soroti Pendirian Minimarket

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Maraknya pendirian pasar modern di Kota Cimahi, disoroti DPRD Kota Cimahi. Hal itu dilihat dari dekatnya jarak antara mini market satu dan lainnya. Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi, Enil Fadahliza mengatakan, di dalam Perda telah diatur ada jarak tertentu antara gerai pasar modern, namun hingga saat ini masih banyak yang melanggar. "Akibat jarak yang berdekatan, akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat, dan bisa merugikan warung-warung tradisional," kata Enil, Selasa (23/2/2016). Dia mengaku, pihaknya menyoroti dua gerai minimarket dengan merk sama yang berdiri dengan jarak kurang dari 50 meter di kawasan Cibabat, Jalan Amir Mahmud Kota Cimahi. Satu gerai yang kini akan dioperasikan diduga tidak miliki izin dari warga sekitar. Dia mempertanyakan, anehnya, mereka (warga) yang memberi izin ternyata tidak punya kepentingan. Di sisi lain, justru warga setempat menolak karena ada warung tradisional yang akan kesulitan untuk berkembang. "Semestinya kalau tidak ada persetujuan warga, maka izin usaha jangan turun," ujarnya. Untuk diketahui, dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 1/2010 tentang Penataan dan Lerlindungan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, mempunyai jarak minimal antar pasarmodern 100 meter. (Gatot Poedji Utomo/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA