Doddy Cholid Pastikan Golkar Bandung Barat Kawal Pengobatan Rafa

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Bandung Barat akan mendampingi proses penanganan medis Muhammad Rafa Saputra (2), balita penderita tumor ganas pada mata asal Padalarang. Ketua DPD Golkar Bandung Barat, Doddy Imron Cholid yang datang menjenguk a

Doddy Cholid Pastikan Golkar Bandung Barat Kawal Pengobatan Rafa

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Bandung Barat akan mendampingi proses penanganan medis Muhammad Rafa Saputra (2), balita penderita tumor ganas pada mata asal Padalarang. Ketua DPD Golkar Bandung Barat, Doddy Imron Cholid yang datang menjenguk anak ke-enam pasangan Indrina (36) dan Jamaludin (36) di rumahnya Kampung Cidadap, RT02/12, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (18/12/2016) mengatakan, pengurus Golkar Bandung Barat akan membantu proses pengobatan Rafa hingga secara medis dinyatakan sembuh. Baca juga : Balita Pengidap Tumor Ganas asal Padalarang Ini Butuh Perhatian Pemda " Kita belum tahu penanganan medis apa untuk tumor yang diderita Rafa. Tapi kita akan dampingi keluarga untuk berobat sampai sembuh dan bekerjasama dengan pemerintah mengoptimalkan BPJS," ucap Doddy saat bertandang ke rumah Rafa bersama puluhan pengurus Golkar Bandung Barat. Doddy menegaskan, Golkar akan segera melakukan upaya dan langkah agar Rafa segera mendapat pengobatan komprehensif. Jika memang pelayanan BPJS kurang optimal menangani kasus ini, pihaknya akan membawa Rafa ke Rumah Sakit swasta yang memiliki peralatan lengkap dan tenaga ahli yang sanggup menanganinya. " Maksud saya kesini bukan 'pupujieun', tapi ini murni bentuk kepedulian dan empati untuk saudara yang membutuhkan," imbuhnya. Saat melihat kondisi tumor Rafa yang kian membesar hingga sulit beraktivitas dan turun nafsu makan, Doddy menyarankan agar Rafa segera mendapatkan perawatan intensif. Dia pun memberikan bantuan sejumlah uang untuk operasional pengobatan dan sembako agar sedikit meringankan beban ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan pendapatan kuli bongkar muat pasir. Berkaca pada kasus ini, Doddy menjelaskan persoalan dasar masyarakat di Indonesia tak lepas dari tiga faktor yang saling berkaitan yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Kasus Rafa ini menjadi salah satu dari sekian persoalan masyarakat yang menjadi tanggung jawab bersama. " Faktor ekonomi ditambah dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki orangtua penderita menjadi penyebab tumor lambat ditangani," jelasnya. Menurutnya, kasus seperti ini bukan hanya disini. Untuk itu dia mengimbau, seluruh pengurus, kader dan simpatisan partai Golkar untuk peka terhadap lingkungan sekitar, mengesampingkan ranah politik yang terlalu tinggi. Dia berharap, Golkar menjadi Partai dengan solidaritas tinggi dengan terus bekerja membangun empati masyarakat. "Sesuai amanah Ketua DPD Golkar Jawa barat, pengurus setiap hari harus turun langsung ditengah masyarakat. Menampung aspirasi dan menemukan solusi nyata,"imbuhnya. Sebelumnya, Satu tahun lebih, dipangkuan ibunya Rafa hanya bisa menangis dan sesekali menggaruk bagian matanya yang menonjol 10 centimeter. Awalnya tumor ini hanya berupa benjolan kecil di bagian lensa mata namun dua bulan terakhir ini terus membengkak hingga Rafa sulit melihat. "Satu tahun lalu ada benjolan di bagian hitam matanya, tapi dua bulan terakhir ini terus membesar," kata Indrina saat ditemui FOKUSJabar.com di rumahnya, Minggu (18/12/2016). Sejak tumor kian membesar, tutur dia nafsu makan Rafa menurun dan hanya mau minum ASI saja, sesekali anak keenamnya ini meminta makan makanan favoritnya dan buah-buahan kesukaannya. "Kadang minta nasi padang atau jeruk, tapi sudah dibelikan cuma dimakan sedikit," kata dia. (Tri/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA