Dextro Mematikan! Batasi Peredarannya

Dir. Res. Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hafriyono berharap BPOM (Badan Pengendali Obat dan Makanan) dan Dinkes (Dinas Kesehatan)untuk dapat mengendalian peredaran pil dextro. caption id attachment 15328 align aligncenter width 460 Ilust

Dextro Mematikan! Batasi Peredarannya

Oleh : M. Jatnika Sadili BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dir. Res. Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hafriyono berharap BPOM (Badan Pengendali Obat dan Makanan) dan Dinkes (Dinas Kesehatan)untuk dapat mengendalian peredaran pil dextro. [caption id="attachment_15328" align="aligncenter" width="460"] Ilustrasi Narkoba[/caption]   Hal itu terkait hasil evaluasi dan berdasar rujukan dari Mabes Polribahwa dextro acap kali disalah gunakan, bahkan tidak jarang memakan korban. Saat ini di beberapa daerah pil dextro merupakan obat yang bisa dijual secara bebas tanpa membutuhkan resep dari dokter. "Bukan ditarik, tapi dikendalikan. Artinya harus menggunakan surat atau resep dokter. Terlebih bagi mereka yang melakukan pembelian dengan jumlah yang banyak atau berlebihan," ujarnya saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hata, Rabu (6/2). Pihak Polda telah melayangkan surat ke kedua lembaga tersebut, dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa seluruh apotek, toko obat maupun puskesmas untuk penjualan dibatasi atau dengan resep dokter. Bahkan beberapa Polres di wilayah Polda Jabar sudah melakukan kerjasama, untuk pembelian pil dextro harus menggunakan resep dokter. Walaupun disadarinya pil tersebut tidak termasuk obat terlarang. Namun, jika disalahgunakan, bisa menyebabkan kematian. "Selama ini, pil tersebut dijual bebas di apotek atau toko obat karena tidak termasuk dalam golongan obat terlarang. Obat tersebut bisa mematikan jika dikonsumsi secara berlebihan," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA