Denkavkud TNI Pasukan Militer Berkaki Empat di Asia Tenggara

Diantara suara desingan peluru, bom dan kobaran api pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan kendaraan berat seperti tank baja sulit menembus jantung pertahanan musuh di tengah hutan. Perang gerilya di hutan belantara Kalimantan ini memang terbi

Denkavkud TNI  Pasukan Militer Berkaki Empat di Asia Tenggara

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Diantara suara desingan peluru, bom dan kobaran api pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan kendaraan berat seperti tank baja sulit menembus jantung pertahanan musuh di tengah hutan. Perang gerilya di hutan belantara Kalimantan ini memang terbilang memiliki medan sulit untuk ditembus kendaraan perang bermesin seperti Baracuda dan Tank Baja. Dalam kondisi medan tempur seperti ini, Pasukan Khusus berkaki empat setinggi dua setengah meter diandalkan menembus areal perbukitan dan tebing terjal ke sasaran. Setelah melakukan pengintaian dan menentukan sasaran strategi serang Hiper Banjar Taktik, puluhan personel TNI Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) berhasil merangsek dan mengobrak abrik benteng pertahanan musuh. Dengan kekuatan penuh, pasukan Denkavkud langsung menyerang ke titik musuh dengan melewati berbagai rintangan yang harus dihadapi, seperti jalanan sempit, kepulan asap dan kobaran api. Aksi heroik prajurit berkuda TNI ini terjadi pada simulasi ketangkasan yang diperagakan oleh Denkavkud TNI AD di Lapangan Markas Denkavkud dan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu. Denkavkud merupakan satuan operasional dibawah pusat kesenjataan kavaleri Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD dan tercatat sebagai pasukan berkuda militer satu-satunya di Asia Tenggara. Mengusung tugas pokok melaksanakan operasional khususnya, yakni patroli pengamanan yang tidak dibatasi oleh jaring jalan. Pasukan Denkavkud TNI dimulai sejak adanya kuda-kuda hasil rampasan selama perang kemerdekaan (akhir Desember 1949-awal 1950). "Saat itu, 20 ekor kuda diserahkan oleh bekas pasukan tentara kerajaan Hindia Belanda (KNIL) kepada satuan Kavaleri TNI. Saat itu, menjadi cikal bakal berdirinya satuan berkuda ini," ungkap Komandan Denkavkud, Mayor Kav Solikhin, saat ditemui disela-sela acara simulasi. Sebagai satu-satunya satuan yang mendidik kuda-kuda perang, lanjut Solikhin, pasukan berkuda ini pernah dilibatkan dalam berbagai tugas kemiliteran. Diantaranya, operasi penumpasan DI/TII di Jawa Barat serta operasi penumpasan G30S/PKI di Jawa Barat, Magelang dan Jakarta. "Lalu, pengamanan dekrit presiden dan Istana Negara tahun 1959, kunjungan Presiden AS Nixon ke Jakarta dan Operasi Timor-timur juga pernah ditangani oleh Denkavkud," beber Solikhin. Dalam pengembangbiakan kuda di Denkavkud sendiri, Tutur Solikhin, Denkavkud pernah membeli kuda sebanyak 178 ekor dari Australia pada tahun 1957. Kemudian, kembali lagi menambah kudanya dari Pakistan sebanyak 80 ekor kuda. Hingga saat ini setelah 66 tahun berdiri, Denkavkud memiliki 120 ekor kuda dari keturunan Thorough Bred, Warmblood dan Anglo Arab yang terpelihara dengan baik dan dijaga kualitas keturunannya. "Kuda-kuda yang ada di markas Denkavkud masih terjaga keturunannya meskipun lahir disini," ujar Solikhin. Selain misi pengamanan Negara, Denkavkud TNI AD juga terlibat dalam sejumlah event olahraga, seperti keterlibatannya dalam pembinaan olahraga berkuda pada ajang Seagame dan Asian Games tahun 1995. Dan beberapa kali keterlibatannya secara langsung dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). "Dalam ajang PON ke 9 Jabar kemarin, kami meraih satu medali emas dan satu medali perunggu untuk kelas perorangan dan tim," kata Solikhin. Lebih jauh, Solikhin menjelaskan, dalam mengembangbiakan kuda-kuda untuk dilatih menjadi kuda-kuda militer/kavaleri, pihaknya membutuhkan waktu 3 bulan. Sementara untuk membentuk pasukan kavalerinya secara utuh (dengan penunggangnya) dibutuhkan waktu satu tahun latihan. "Seluruh kuda-kuda nantinya akan didik untuk tugas-tugas khusus pengamanan dan protokoler. Jadi kita tidak tergantung pada ras mana kuda itu berasal tapi kuda itu didik untuk bisa melaksanakan kuda untuk bertempur atau protokoler," katanya. Solikhin berharap dalam pengembangbiakan kuda-kuda, Denkavkud bisa menambah kuda bibit unggul seperti kuda-kuda jenis Warmblood baik sebagai pejantan atau indukan. Sehingga kualitas kuda akan semakin bagus dari sisi postur tubuhnya dan tingkat kecerdasannya. "Kalau saat ini kuda-kuda yang kita inginkan kuda-kuda warmblood dari eropa," ucapnya. (TRI/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA