Dana Hibah Bagi Hutan Konservasi Dievaluasi

Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Barat melakukan evaluasi ke sejumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan dana hibah dari Global Environment Facility (GEF) melalui Asean Development Bank (ADB) pada program Citarum Watershed Management

Dana Hibah Bagi Hutan Konservasi Dievaluasi

BANDUNG BARAT,FOKUSJabar.com : Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Barat melakukan evaluasi ke sejumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan dana hibah dari Global Environment Facility (GEF) melalui Asean Development Bank (ADB) pada program Citarum Watershed Management and Biodiversity Conservation (CWMBC) di Hotel Yehezkiel Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/4/2016). Khusus dalam acara evaluasi tersebut, hadir sejumlah Kelompok Masyarakat yang berada di sekitaran Cagar Alam (CA) Burangrang, CA Tangkuban Perahu dan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu. Headquarter ADB melalui Konsultannya di Indonesia, Dr Hikmat Ramdan menjelaskan, dana ini dikucurkan dari GEF melalui ADB untuk melindungi kawasan hutan konservasi di Jawa Barat. Hutan konservasi tersebut, beberapa diantaranya mencakup 8 kawasan diantaranya, Cagar Alam Burangrang, Cagar Alam Tangkuban Perahu, TWA Tangkuban Perahu, Taman Buru Masigit Kereumbi, TWA Kamojang, CA Kawah Kamojang, CA Gunung Tilu dan TWA Gedepangrango. Hikmat melanjutkan, anggaran yang dikucurkan cukup besar mencapai 3,57 juta US Dollar untuk digunakan di beberapa sektor, kaitannya dengan perlindungan sejumlah kawasan konservasi hutan di Jawa Barat. Salah satu programnya yakni, memberdayakan masyarakat yang ada di sekitaran kawasan konservasi hutan, agar mata pencaharian mereka tidak lagi merambah dan masuk ke zona kawasan konservasi hutan yang ada. "Jadi masyarakat yang asalnya mata pencahariannya mempengaruhi keberlangsungan wilayah konservasi. Nah dengan bantuan hibah ini sebaliknya, kita mendorong organisasi lokal atau masyarakat untuk mempunyai wirausaha baru yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap wilayah konservasi," tutur Hikmat di Lembang (27/4/2016). Dikatakan Hikmat, program dana hibah ini sudah berjalan selama tiga tahun dan akan berakhir tahun 2016. Khusus di sektor kehutanan, setiap kelompok masyarakat rata-rata mendapatkan Rp100 juta di tahun pertama, Rp75 juta tahun kedua dan Rp45 juta di tahun ini. Untuk itu, petugas Project Completion Report (PCR) BKSDA perlu melakukan evaluasi kepada kelompok masyarakat yang menggunakan dana tersebut, kaitanya dengan program apa yang telah dicapai oleh kelompok masyarakat ini sebagai dasar laporan pertanggungjawaban kepada pihak pemberi bantuan yakni, GEF. Selain itu, menurut Hikmat, evaluasi ini juga penting untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan anggaran dapat digunakan oleh kelompok masyarakat kaitannya dengan program CWMBC. "Jadi dapat diketahui apakah dengan program CWMBC ini menjadikan prilaku yang bagus tidak bagi masyarakat di kawasan konservasi," kata dia. Dikatakannya, proses evaluasi ini ditargetkan selesai tahun ini. berdasarkan hasil evaluasi sejauh ini, rata-rata kelompok masyarakat dapat memanfaatkan anggaran itu dengan program-program kegiatan yang dicanangkannya. Meski ada juga kelompok yang tidak berjalan. "Hasil evaluasi rata-rata bagus, tapi ada juga yang jeblok tidak berjalan," katanya. Salah seorang fasilitator penerima bantuan hibah di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Iis Rochati menuturkan, bantuan yang telah didapat oleh kelompok masyarakat diimplementasikan ke berbagai kegiatan. Seperti ada yang digunakan usaha gula aren, beternak ayam dan bebek, pertanian organik, pengelolaan air bersih dan kegiatan lainnya. Namun, kata Iis, kegiatan utama yang dilakukan oleh sejumlah kelompok ialah bagaimana melakukan restorasi kawasan konservasi lahan kritis melalui beberapa program yang diajukan oleh kelompok atau masyarakat. "Jadi setiap daerah atau kelompok mempunyai kegiatan komponen restorasi dalam mengatasi lahan kritis di daerahnya masing-masing dengan cara rehabilitasi kawasan," katanya. (Tri/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA